KARANGANYAR- Satu dari dua sekolah penolak hormat bendera di Karanganyar, Jawa Tengah, SD IST Al Albani Matesih, akhirnya melaksanakan upacara lengkap, untuk pertama kalinya pada Jumat (17/6/2011) pagi.
Lengkap karena di dalam upacara tersebut seluruh peserta melakukan penghormatan kepada bendera Merah Putih, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, membaca UUD 1945, serta membaca Pancasila. Upacara ini dipimpin langsung oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani.
Dalam amanatnya, Rina mengajak semua pihak untuk memahami tentang penghormatan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Tidak ada kepercayaan apapun yang dilanggar, saat melakukan hal-hal tersebut.
"Marilah kita semua memahami, bahwa menghormat bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan, adalah kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia," kata Rina dalam pidatonya di upacara.
Sebelumnya upacara di sekolah ini, tak pernah melakukan penghormatan bendera atau pun menyanyikan lagu kebangsaan. Sejak kasus penolakan menghormat ini mencuat, pihak sekolah melunak dan bersedia membuka diri.
Mereka pun mendapatkan pelatihan khusus dari aparat TNI Polri, tentang upacara bendera. Rina menyampaikan apresiasinya, kepada seluruh pengurus serta guru Al Albani.
"Saya sangat berterima kasih, karena sekolah ini telah menyelenggarakan upacara yang sesuai dengan Tata Upacara Sekolah. Saya harap ini akan tetap berlangsung, tanpa ada polemik lagi," tutur Rina kepada wartawan.
Sementara satu sekolah lainnya, Yayasan Perguruan Islam Al Irsyad Al Islamiyah Tawangmangu, hingga kini belum sepakat mengenai penghormatan bendera.
Mereka tetap bertahan dengan keyakinannya, bahwa menghormat bendera itu Bid'ah, dan bisa dikategorikan sebagai musyrik. Pemerintah Kabupaten masih terus melakukan pembinaan, serta upaya pendekatan persuasif, untuk menyamakan persepsi tentang penghormatan bendera.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.