tragedi sukhoi

Sekolah Tolak Hormat Bendera

Bupati Karanganyar Pimpin Upacara di SD Matesi

Jum'at, 17 Juni 2011 12:18 wib
Ilustrasi hormat bendera (Foto: Koran SI)
Ilustrasi hormat bendera (Foto: Koran SI)

KARANGANYAR- Satu dari dua sekolah penolak hormat bendera di Karanganyar, Jawa Tengah, SD IST Al Albani Matesih, akhirnya melaksanakan upacara lengkap, untuk pertama kalinya pada Jumat (17/6/2011) pagi.

Lengkap karena di dalam upacara tersebut seluruh peserta melakukan penghormatan kepada bendera Merah Putih, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, membaca UUD 1945, serta membaca Pancasila. Upacara ini dipimpin langsung oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani.

Dalam amanatnya, Rina mengajak semua pihak untuk memahami tentang penghormatan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Tidak ada kepercayaan apapun yang dilanggar, saat melakukan hal-hal tersebut.

"Marilah kita semua memahami, bahwa menghormat bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan, adalah kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia," kata Rina dalam pidatonya di upacara.

Sebelumnya upacara di sekolah ini, tak pernah melakukan penghormatan bendera atau pun menyanyikan lagu kebangsaan. Sejak kasus penolakan menghormat ini mencuat, pihak sekolah melunak dan bersedia membuka diri.

Mereka pun mendapatkan pelatihan khusus dari aparat TNI Polri, tentang upacara bendera. Rina menyampaikan apresiasinya, kepada seluruh pengurus serta guru Al Albani.

"Saya sangat berterima kasih, karena sekolah ini telah menyelenggarakan upacara yang sesuai dengan Tata Upacara Sekolah. Saya harap ini akan tetap berlangsung, tanpa ada polemik lagi," tutur Rina kepada wartawan.

Sementara satu sekolah lainnya, Yayasan Perguruan Islam Al Irsyad Al Islamiyah Tawangmangu, hingga kini belum sepakat mengenai penghormatan bendera.

Mereka tetap bertahan dengan keyakinannya, bahwa menghormat bendera itu Bid'ah, dan bisa dikategorikan sebagai musyrik. Pemerintah Kabupaten masih terus melakukan pembinaan, serta upaya pendekatan persuasif, untuk menyamakan persepsi tentang penghormatan bendera.
(Widi Nugroho/RCTI/kem)

  • zaelani » 1 Tanggapan
    Entis, banyak cara untuk mencintai NKRI, tp kalau menghormati bendera & menyanyikan lg kebangsaan aja gak mau, bagaimana mungkin dia mau berkorban untuk NKRI tercinta ini
    • sekhu
      eh eh eh mas..jika seandainya indonesia terjadi perang,,aku berani jamin kalo orang2 yang tidak melakukan pengibaran bendera akan lebih besar pengorbanannya dari pada kalian yang setiap hari senin melakukan penghormatan terhatap selembar kain merah-putih..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • entis » 0 Tanggapan
    tolong jangan mengaggap yng tidak hormat bendera itu tidak cinta tanah air NKRI dan Pancasila, mereka hanya berbeda cara saja, dan saya yakin mereka orang-orang jujur, tidak korupsi, bukan penghianat bangsa, bukan pengambil hak masyarakat miskin, dan yang mempersoalkan hal ini belum tentu orang suci garda depan pembela bangsa, bahkan mungkin hanya untuk menutupi borok yang lain atau mengalihkan isu, ingat siami dan alip galakan kejujuran bukan kemunafikan
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.