KEDIRI – Adi Purwanto, seorang bocah berusia 10 tahun di Kediri, Jawa Timur, mempunyai berat badan kurang dari delapan kilogram akibat gangguan syaraf. Saat ini bocah tersebut hanya hanya bisa terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pare. Kondisinya memprihatinkan.
Anak hasil perkawinan Erik Nuryanto dengan Siti Khusnul, warga desa Duwet, Kecamatan Wates, ini mengalami gangguan pertumbuhan selama sepuluh tahun. Akibatnya, di usianya yang menginjak usia 10 tahun, Adi hanya mempunyai berat badan 7,9 kilogram.
Bocah malang tersebut hanya bisa berada di ruang perawatan RSUD Pare karena nyaris tidak mempunyai daging, sehingga yang melekat di tubuhnya hanya tulang dan kulit saja.
Menurut penuturan neneknya, Adi mengalami gangguan pertumbuhan saat menginjak usia tujuh bulan. Saat lahir dia tumbuh normal, tapi sejak usia 7 bulan berat badannya tidak bertambah dengan normal, dan hingga kini hanya tujuh koma sembilan kilogram. Padahal, anak normal seusianya kurang lebih 18-20 Kilogram.
Sementara itu, Kepala bagian RSUD Pare Ahmad Raziq mengatakan, Adi menderita penyakit gangguan syaraf otak yang mengakibatkan asupan gizinya berkurang, sehingga berat badannya tidak dapat bertambah dengan sempurna. Sangat sulit untuk memulihkan kondisinya seperti semula. Namun, penderitaan Adi bisa dikurangi dengan cara terapi agar semua anggota badannya berfungsi.
Adi Purwanto saat ini tinggal bersama neneknya, Giyem. Hal ini dikarenakan bapaknya bekerja sebagai sopir di luar Jawa. Sementara ibunya bekerja sebagai TKW di Singapura sejak 3 bulan lalu.
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.