Tren Helm Militer untuk Motor Gede

|

(foto: Iman Herdiana/Okezone)

Tren Helm Militer untuk Motor Gede
BANDUNG- Helm militer menjadi salah satu aksesoris ekslusif bagi penggemar motor gede (moge). Untuk itulah biker shop Ego Shalter menjadikan beragam jenis Military Helmet sebagai produk andalannya.

Uniknya, berbagai helm militer yang sangat mirif dengan aslinya itu dibuat secara home industri. Di biker shop yang dikelola pengusaha muda Yuni Arta ini di antaranya menyediakan thak helmet, helm pesawat tempur F16, bahkan helm untuk Detasemen Khusus 88 Anti Teror RI.

"Pemesanan bisa by order, kebanyakan yang pesan kalangan motor, terutama klub motor Brotherhood," jelas Yuni, yang membuka boot dalam perayaan ulang tahun Brotherhood yang ke-23 di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Sabtu (18/6/2011).

Yuni menyebutkan, untuk mendatangkan helm-helm tersebut dia bekerja sama dengan Mukti Ali Samsa, pengelola home industri helm militer yang bermerek Predator. Menurut Yuni, Mukti sendiri telah membuat helm sejak 2002.

"Helm ini memang replika dari yang original. Tapi kualitas dan kekuatannya kita berani ngadu dengan helm SNI," terangnya.

Yuni menambahkan, membuka biker shop plus helm militer berangkat dari hobinya mengendarai moge. "Dari hobi, ada pangsa pasarnya. Misalnya ada anak AU yang suka moge. Dia ingin helm yang biasa dipake bapaknya yang pilot, lalu dia pesan ke kita," tuturnya.

Helm yang paling sering dipesan adalah helm HGU 33 untuk pesawat tempur F16. harganya Rp850 lengkap dengan asesoris seperti google dan mask. Helm ini biasanya pesan oleh penggemar moge klasik.

Ada juga helm yang biasa dipakai tentara Jerman model E43. Helm ini dipesan biasanya oleh penggemar moge BMW, lengkap dengan tulisan SS atau tentara Nazi. Selain itu, tambah Yuni,  Banyak juga penggemar moge yang menyukai helm untuk pengendara thank dan tipe kapal induk.

"Biasanya model helm yang dipesan tergantung personal," terangnya.

Ego Shalter juga siap menyediakan militery helmet original. Namun, untuk helm ini Yuni tidak menjanjikan, hanya siap mencarikan. Pasalnya, amat sulit mencari helm militer yang asli, apa lagi tentara luar negeri. Harga helm original juga cukup mahal, antara Rp 1,2 juta hingga Rp8 juta.

Produksi helm juga dilakukan sesuai pesanan, jadi belum tentu produksi tiap hari. Dalam sebulan, Ego Shalter mampu mengeluarkan sekira 50 helm militer berbagai jenis. "Beruntung Bandung banyak komunitas motornya. Tapi ada juga pemesan dari Jakarta dan Lampung," ungkapnya.

Selain mampu menyediakan berbagai jenis helm, Ego Shalter juga menerima service helm. Bahkan baru-baru ini pihaknya menerima order service dari tentara dan tim penembak. "Hanya saja kita belum terima pesanan Densus 88," kelakar perempuan 31 tahun ini. (uky)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    'Pak Jokowi, Jangan Pilih Menteri yang Melanggar HAM'