JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar mengaku tidak tersinggung dengan makian Yusril Ihza Mahendra kepadanya dan Jaksa Agung Basrief Arief, terkait permasalahan cekal.
"Engak usah pakai tersinggung. Kalau kita tersinggung, pusing kita dan tak mau mengurusi negara ini," ujar Patrialis di Kantor Menkum HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (28/6/2011).
Makian itu, dianggap Patrialis merupakan konsekuensinya sebagai pejabat negara. "Ada yang marah-marah, maki-maki, ya engak apa-apa. Kita terima dengan lapang dada. Sejauh marahnya benar. Kalau maki-makinya enggak benar, pahala juga buat kita," tutur Patrialis.
Menteri representasi dari Partai Amanat Nasional ini juga mengungkapkan, pihaknya menghormati Yusril sebagai bagian dari warga negara Indonesia. "Warga negara kita yang mempunyai hak di negara ini," katanya.
"Kalau Yusril mengatakan haknya dilanggar negara, tidak usah malu-malu untuk melakukan perubahan. Apalagi Pak Yusril kan profesor, jadi dia tahu betul, ya kita hormati. Akhirnya, kita laksanakan perubahan itu. Enggak ada yang sulit kan di negara ini," tuturnya.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.