BANGKALAN- Wacana munculnya fatwa haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang BBM bersubsidi memicu polemik di tengah masyarakat.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Solahuddin Wahid meminta MUI mengkaji lebih dalam sebelum benar-benar mengeluarkan fatwa tersebut.
Saran tersebut disampaikan saat Gus Solah menghadiri pengajian di Ponpes Darussalam Langkap Burneh di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (29/06/2011).
Gus Solah, panggilan akrab adik kandung Abdurrahman Wahid ini, menilai polemik ini baru sebatas pendapat pribadi Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin, bukan dari MUI sebagai lembaga. Hingga kini fatwa dari MUI tersebut belum ada.
Sebelum terlambat, mantan anggota Komnas HAM ini menyarankan MUI mengkaji terlebih dahulu pendapat dan keinginan masyarakat yang sebenarnya.
Menurut salah seorang sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) ini, meskipun fatwa MUI berdasarkan hukum Islam, penjajakan tetap harus dilakukan sehingga fatwa tidak kontraproduktif.
Dia mengkhawatirkan fatwa MUI tidak akan efektif di tengah masyarakat. “Apabila ini terjadi maka fatwa MUI akan kehilangan arti,” tegas Gus Solah.
Dengan kata lain, MUI jangan sampai terkesan obral fatwa untuk setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat tanpa banyak pertimbangan yang matang.
(Taufik Syahrawi/SUN TV/ton)