Kisah KH Zainuddin MZ & Honor Ceramah

|

Kisah KH Zainuddin MZ & Honor Ceramah

JAKARTA - KH Zainuddin MZ wafat pada Selasa 5 Juli 2011 sekira pukul 09.20 WIB. Hanya amal baiknya saja yang bisa dikenang dan menjadi pelajaran bagi umat.

Haikal Fikri, putra sulung KH Zainuddin MZ, menceritakan almarhum ayahnya selalu tadarus Alquran usai Salat Magrib. Selain tadarus, salah satu amalan yang tak bisa dilupakan Haikal adalah Zainuddin selalu menghibahkan amplop usai mengisi pengajian.

Fikri menceritakan, beberapa kali dia pergi untuk mengaji yang kebetulan sama dengan tempat pengajian waktu ayahnya dulu.

"Saya pernah diajak pengajian ke beberapa tempat, musala, yayasan, pesantren, semua kiainya kasis tahu saya, kalau Zainudin selesai ceramah panitia sering berikan cinderamata, amplop," katanya saat memberikan sambutan usai tahlil, Kamis (7/7/2011) malam di Rumah Duka, Jalan Gandaria I, Jakarta Selatan.

Lanjut ceritanya, KH Zainuddin MZ yang kondang dengan julukan Dai Sejuta Umat ini, selalu mengembalikan pemberian dari sang pengundang.

"Amplop itu diterima kemudian dibalikin lagi untuk digunakan kepentingan musala, ada yang dibelikan speaker, karpet, itu dari infak Zainuddin yang dikembalikan. Dengan kalimat,’Saya hibahkan, semoga bermanfaat’," lanjutnya.

Ia pun terkenang kata-kata KH Zainuddin MZ, ayahnya. Saat hal tersebut diceritakan Fikri kepada sang ayah, sang ayah hanya bisa memberikan amanah untuk melanjutkan amalan sang ayahnya ini.

"Saya selalu ingat amalan-amalan ayah, dan saya sering cerita kalau menemukan amalan ayah. Kalau saya tanya ayah, dia jawab,’Epik kalau udah tahu kayak gitu teruskan amalan-amalan ayah’," lanjutnya.

Di malam ketiga ini, ratusan pelayat membanjiri rumah duka. Tenda yang disediakan pun tak cukup menampung para pelayat. Bahkan selasar masjid dan sepanjang jalan Gandaria I dipenuhi para pelayat.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menkumham dan Setkab Datangi KPK