JAKARTA - Berpakaian rapi, bercelana panjang atau mengenakan sarung, sebagian berbaju koko dan songkok, serta menenteng sajadah untuk orang dewasa, anak-anak itu menggelayut di tangga lantai satu gedung utama Kementerian Hukum dan HAM RI, Jakarta.
Mereka nampak seumuran bocah di sekolah dasar dan layaknya anak-anak, suara mereka berisik, gaduh, kadang lari kesana-kemari, memecah suasana formal di sebuah kantor kementerian pada umumnya. Tapi, saat didekati dan diperhatikan, mereka bisa mendadak anteng, pura-pura ikut barisan orang salat dan teriak “Aaaaaaaaammmmmmmmmiiin”, mengikuti suara imam.
Lantai satu gedung utama Kementrian Hukum dan HAM sejak Mei lalu memang disulap menjadi masjid dadakan tiap Jumat karena masjid kementerian ini sedang direnovasi.
Karena ruangan terlalu kecil, banyak jamaah yang tak bisa salat di atas karpet dan membutuhkan sajadah. Inilah yang mengundang kedatangan anak-anak ini. Cukup dengan pandangan mata atau memperhatikan yang celingak-celinguk, mereka tahu betul mana jamaah yang membutuhkan jasa penyewaan sajadah dengan harga seikhlasnya tersebut.
Abral, seorang anak dari Kampung Pedurenan, tak jauh dari lokasi Kemenkumham, menceritakan, tiap Jumat, dia dan kawan-kawannya sengaja datang untuk mengais rejeki dari usaha meminjamkan sajadah. Usaha semacam ini diketahuinya dari mulut ke mulut, dari satu anak ke anak yang lain.
“Saya dapat Rp7 ribu, saya dapat Rp3 ribu," sahut teman-teman di samping Abral, saat ditemui okezone, Jumat (8/7/2011)
Bekerja bagi Abral bukan hal baru. Di saat anak seusia mereka yang mampu secara ekonomi menghabiskan waktunya dengan bermain, Abral dan teman-temannya –juga ribuan Abral-Abral lainnya di Jakarta- harus ikut beribaku di jalanan mencari duit.
Di hari-hari lain, Abral mengaku selalu bekerja serabutan usai pulang sekolah.
"Kalau hujan, kita jadi ojek payung," katanya enteng dan pergi secara perlahan.
(Insaf Albert Tarigan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.