tragedi sukhoi

Kader Hanura Medan Ancam Mengundurkan Diri

Risna Nur Rahayu - Okezone
Senin, 11 Juli 2011 17:11 wib

MEDAN- Ratusan kader partai Hanura dibawah naungan DPC Kota Medan, mengancam akan mengundurkan diri dari partai tersebut apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi. Mereka menuntut agar DPD Partai Hanura Sumut, mendesak DPP Hanura untuk memecat atau mengganti Nurdin Tampubolon dari kursi DPR.

Menurut Ketua DPC Hanura Medan, Dasril, Nurdin Tampubolon, tidak pernah mengayomi dan memperhatikan kader partai di Medan, Deli Serdang dan Tebing Tinggi, padahal daerah tersebut merupakan dapilnya untuk dapat duduk di Legislatif.

"Nurdin Tampubolon tak pernah memperhatikan kader di dapilnya. Bukan itu saja, partai juga tak pernah dilibatkan saat dirinya melakukan reses. Jadi kami minta kepada DPW untuk mendesak DPP agar mengganti Nurdin dari kursi DPR," kata Dasril unjuk rasa di depan kantor DPD Hanura Sumut, Jalan Sei Besitang Medan, Senin (11/07/2011)

Selain itu juga, kader Hanura Medan, mengaku malu atas diberhentikannya Nurdin dari posisi Wakil Ketua Komisi IV DPR oleh Badan Kehormatan DPR. "Kita malu, kader partai terlibat dalam hutang piutang dan dicopot oleh Badan Kehormatan DPR. Itu tentu mencoreng nama partai," katanya.

Selain meminta Nurdin untuk turun dari kursinya, kader Hanura Medan juga meminta Musdalifah, anggota DPRD Sumut dari Partai Hanura untuk turun dari jabatannya. "Musdalifah itu sama dengan Nurdin, tak peduli dengan partai dan kader. Apaulagi, Musdalifah jarang mengikuti sidang paripura dan sudah mendapat teguran dari BK DPRD," katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Hanura Sumut, Darwin Lubis, mengaku akan melakukan rapat terkait aspirasi kadernya yang meminta Nurdin turun. "Kita akan rapatkan di DPD, dan akan segera kita sampaikan ke DPP pusat. Untuk Musdalifah, kita sudah ajukan surat pergantian dirinya ke DPP. Namun belum ada respon," katanya.

Mendapat jawaban tersebut, massa memberi waktu 7x24 jam kepada DPW Hanura Sumut untuk menanggapi aspirasi mereka. Jika tidak mendapat respon, ratusan kader ini mengancam akan mengundurkan diri dari partai.
(ugo)

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.