tragedi sukhoi

Yayasan Al Irsyad Akhirnya Mau Upacara Bendera

Minggu, 17 Juli 2011 05:02 wib
Ilustrasi (Foto: Ist)
Ilustrasi (Foto: Ist)

KARANGANYAR - Yayasan Perguruan Al Irsyad Al Islamiyah Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, akhirnya bersedia melakukan latihan upacara bendera lengkap, untuk kali pertama.

Sama seperti SD IST Al Albani Matesih, latihan juga dibimbing oleh anggota TNI dan Polri. Para siswa diberi latihan baris berbaris, penghormatan, pengibaran bendera, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Mereka tampak antusias, saat mengikuti latihan tersebut.

Ada banyak peristiwa lucu terjadi, terutama saat berlatih baris berbaris. Para siswa yang belum pernah dilatih sebelumnya, tampak kesulitan untuk mengikuti aba-aba. Seperti yang dikeluhkan oleh Sindu Prayogo Utomo. “Sulit sekali barisnya, karena sudah lama tidak berlatih jadi lupa. Tadi barisnya salah terus,” terang siswa kelas delapan ini.

Namun Sindu dan teman-temannya tetap merasa senang, karena mendapatkan pengalaman baru. Rata-rata dari para siswa, tidak pernah mengikuti upacara bendera sejak sekolah di SMP Al Irsyad Tawangmangu. “Asyik sekali latihannya, apalagi saya terakhir ikut upacara pas masih SD,” kata Reza Uri Septiawan, siswa kelas delapan.

Dalam upacara nanti, Uri akan bertugas untuk membaca teks Pembukaan UUD 1945. Uri mengaku tidak ada paksaan, agar dirinya terlibat dalam upacara bendera ini. Sementara latihan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilakukan secara terpisah, dengan bimbingan seorang guru. Khusus untuk tim paduan suara, beranggotakan para siswi.

SMP Al Irsyad melunak dan bersedia mengadakan latihan upacara, setelah ada sosialisasi dari Ketua Yayasan Al Irsyad. Dalam imbauan dan pernyataan dari yayasan, disebutkan bahwa sekolah bersedia melakukan upacara lengkap, seperti yang diatur dalam Tata Upacara Sekolah (TUS). “Setelah ada penjelasan dari ketua yayasan, kepala sekolah dan guru-guru akhirnya mau menggelar upacara bendera,” terang camat Tawangmangu, Yoppi Eko jati Wibowo.

Pihak sekolah tidak ada yang bersedia dikonfirmasi, terkait kesediaan mereka ini. Bahkan Kepala SMP Al Irsyad Tawangmangu, Sutardi, sempat meminta wartawan untuk pergi, dari lokasi pertemuan guru dan Muspika. Pada saat latihan digelar, Sutardi pergi dengan alasan ada acara di tempat lain. “Saya mau ke Kabupaten (Karanganyar kota),” ujarnya sembari menaiki sepeda motornya.

Rencananya Senin 18 Juli mendatang, sekolah akan menggelar upacara bendera lengkap, untuk kali pertama. Upacara ini akan dipimpin langsung, oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani.
(Widi Nugroho/RCTI/ful)

  • raja » 0 Tanggapan
    dari dulu orang2 keturunan a**b tidak punya nasionalisme.lihat saja siapa yg menyulut terorisme.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dina » 0 Tanggapan
    hahahhaha
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Echie » 1 Tanggapan
    Sekolah aneh, pendidikan boleh berbasis agama tp tetap hrs mengikuti konstitusi negara dimana sekolah berada, klo ga suka jgn tinggal n buka sekolah di indonesia
    • pono
      mendingan ditutup aja sekolahnya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • zacky » 0 Tanggapan
    rasa kebangsaan masyarakat sudah menurun tdk lg bangga sbg bangsa indonesia bahkan malu,beda dgn jepang,kira2 ada solusi apa utk masalah ini?hal itu perlu dipikirkan bersama karena tdk baik selalu bergantung dan menyalahkan pemerintah www.kontraktor.co.id
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.