tragedi sukhoi

Sekolah Tolak Hormat Bendera

Al Irsyad Akhirnya Gelar Upacara Bendera

Senin, 18 Juli 2011 12:38 wib
Ilustrasi hormat bendera (Foto: Koran SI)
Ilustrasi hormat bendera (Foto: Koran SI)

KARANGANYAR- Upacara bendera lengkap untuk kali pertama, akhirnya digelar Yayasan Perguruan Al Irsyad Al Islamiyah Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (18/7/2011) pagi.

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, diikuti oleh seluruh siswa, guru, TNI, Polri, serta pejabat di lingkungan kabupaten.

Sebelumnya sempat terjadi negosiasi antara aparat keamanan dan belasan anggota Front Pembela Islam (FPI) yang mendatangi lokasi sejak pukul 06.30 WIB.

Mereka meminta agar anak-anak tidak dipaksa untuk melakukan penghormatan bendera. Setelah mendapat penjelasan, anggota FPI pun mundur dari kompleks sekolah.

Upacara pun dimulai dan berlangsung dengan khidmat, namun saat pengibaran bendera sebagian dari para siswa tidak melakukan penghormatan.

Sementara di luar kompleks sekolah, anggota FPI melakukan aksi dan meneriakkan takbir secara bersahutan. Sementara para pegawai pemerintah yang mengikuti upacara terus memperkeras nyanyian Indonesia Raya, sembari hormat bendera.

Para pegawai ini berada di jalan depan sekolah, karena halaman Al Irsyad tak mampu menampung banyak orang. Dalam amanatnya, inspektur upacara menyampaikan pentingnya pendidikan kebangsaan.

“Oleh karena itu saya sudah menginstruksikan pada satuan pendidikan, untuk melakukan pendidikan Pancasila kepada anak didik kita. Diharapkan dengan pendidikan Pancasila sejak dini, generasi penerus akan memiliki rasa cinta Tanah Air yang tinggi,” ujar Rina dalam amanatnya. Usai upacara bendera, anak-anak segera digiring untuk masuk ke kelas.

Pihak sekolah pun merasa senang atas perhatian yang diberikan pemerintah. Kepala SD Al Irsyad, Sarwo Edi, berterima kasih atas perhatian ini.

“Sekolah kami sekolah itu sekolah pinggiran, jadi kami senang atas perhatian yang diberikan pemerintah,” tutur Sarwo kepada wartawan.

Sarwo juga menyatakan permasalahan ini telah selesai. Mengenai kelanjutan dari upacara ini, sudah ada petunjuk yang diberikan dari pemerintah.

“Sudah ada petunjuk mengenai upacara bendera. Mengenai kelanjutannya, saya belum bisa mengatakan. Namun yang pasti permasalahan ini sudah selesai,” pungkasnya.

Polemik penolakan ini mencuat, setelah ada pidato dari Bupati Karanganyar mengenai dua sekolah yang tidak hormat bendera. Sementara itu satu sekolah lainnya, SD IST Al Albani Matesih, sudah bersedia melakukan penghormatan bendera. Upacara bendera juga sudah rutin dilakukan, setiap hari Senin di sekolah tersebut.
(Widi Nugroho/RCTI/kem)

  • Hendra » 0 Tanggapan
    Bukan nya melarang orang lain menghormat Bendera Merah Putih, sudah termasuk kategori tindakan MAKAR ????
    Beri Tanggapan Laporkan
  • raindy perdana » 0 Tanggapan
    i***m mengajarkan perdamaian, i***m pula yang mengajarkan bagaimana membentuk negara yang benar, sikap FPI sungguh disesalkan, sikapmu sungguh politis FPI, semua orang tahu siapa dibalik FPI, dalam hadis pun mengandung penghormatan kepada pemerintan bukan menyembah, sedangkan menghormati bendera yang di korbankan oleh nyawa yang melayang demi kemerdekaan FPI ganggu seperti itu? bila bukan atas pengorbanan pahlawan dan restu a***h apa sekarang kamu bisa merasakan kebebasan seperti sekarang? tidak malukah engkau FPI? tidak malukah sikapmu mirip anak kecil yang baru belajar agama? FPI seharusnya mengajarkan norma agama dan kebenaran i***m secara benar dan menjadikan Nabi m******d SAW sebagai tauladan. Apakah Nabi kita mengajarkan kita kekerasan??
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Thomas Muncar » 0 Tanggapan
    Kalo anda mengaku 100% Islam,harus juga 100% Indonesia,karena anda berpijak diNKRI,kl gk mo hrmt pd bndr pndh ke pkstn .
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rendy » 0 Tanggapan
    heran saya kok masih ada orang yang berpikiran pendek dan sempit seperti itu, semoga saja cepet sadar. saya orang i***m tapi rasa nasionalisme dan persatuan harus tetap dijaga. Harusnya diliat dulu niat orang yg hormat pada bendera, apakah sekedar "simbolis penghormatan" atau "penyembahan" ? ya kalo penyembahan ya pasti tidak diperbolehkan dari hukum agama. Semoga aja tuh ormas bisa lihat suatu hal dari segala sudut pandang, jangan cuma dari sudut pandang kita sendiri.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ary » 0 Tanggapan
    kalo gak mau hormat pada merah putih.ya ga usah hidup d bumi indonesia...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.