JAKARTA - Asmar (59) dan Marsiyem (59), salah satu pasangan yang menjadi peserta pernikahan massal di Istora Senayan. Keduanya sudah 43 tahun hidup bersama. Selama puluhan tahun itu, mereka memiliki 7 anak, dan 10 orang cucu.
Tapi tunggu dulu, bukan berarti mereka hidup bersama tanpa ikatan pernikahan. Melainkan ingin mendapatkan surat nikah. Lho?
"Surat nikahnya kebakar, tahun 1996. Rumah saya di Duri Bangkit, Jembatan Besi. Sekarang masih di situ, enggak pindah, karena itu tanah sendiri," kata Marsiyem saat berbincang di sela hajat pernikahan massal di Istora, Senayan, Jakarta, Selasa (19/7/2001).
Marsiyem mengaku dinikahi suaminya di KUA Jakarta Barat, 43 tahun lalu. Pernikahan mereka dulu cukup sederhana, bahkan tidak memakai pakaian pengantin sama sekali.
Di pernikahan keduanya kali ini, mereka menggunakan pakaian nikah. "Dirias sama panitia, pertama kali pake baju nikah," ujar Marsiyem dengan lugu.
Selain surat nikah, ternyata Marsiyem dan suaminya memiliki niat lain mengikuti pernikahan massal yang dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (Muri) ini. Mereka ingin merasakan indahnya berbulan madu bagi pasangan pengantin baru.
"Pengen bulan madu nih, insya Allah ke Bali. Mudah-mudahan dapat doorprize," katanya sembari tersipu.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.