tragedi sukhoi

Harimau Sumatera Mati Perlahan Terekam Video

Anton Suhartono - Okezone
Selasa, 26 Juli 2011 08:08 wib
Ilustrasi harimau Sumatera mati. (Foto: AP)
Ilustrasi harimau Sumatera mati. (Foto: AP)

JAKARTA- Greenpeace meluncurkan video peristiwa mengenaskan seekor harimau Sumatera mati secara perlahan. Organisasi penyelamat lingkungan internasional ini menuding perusakan hutan menjadi penyebab utama berkurangnya populasi hewan dilindungi itu.
 
Harimau itu mati di Riau, tepatnya di sebuah hutan yang dieksploitasi perusahaan pengolahan bahan kertas.

“Habitat rusak, memaksa harimau terpinggirkan dan semakin dekat dengan kehidupan manusia, di mana banyak terdapat jebakan-jebakan babi hutan,” tulis Greenpeace dalam rilis yang diterima okezone, Selasa (26/7/2011).

Video yang diambil awal bulan ini memperlihatkan seekor harimau Sumatra, yang kini diperkirakan hanya tinggal 400 ekor di alam bebas, terperangkap di jebakan babi hutan.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), menyebutkan harimau jantan berusia sekira 1,5 tahun mati karena luka.

Sementara itu Kepala Kampanye Penyelamatan Hutan Indonesia Greenpeace Bustar Maitar mengatakan video menyedihkan ini memperlihatkan harga yang harus dibayar oleh kehidupan liar untuk perusakan hutan.

Setiap tahunnya ada sekira 160 ribu hektare hutan di Riau dieksploitasi oleh beberapa perusahaan seperti kelapa sawit dan kertas di Riau.

Sementara Pemerintah Indonesia memperkirakan bahwa lebih dari 1 juta hektare hutan hujan hancur setiap tahunnya di seluruh wilayah Indonesia.

(ton)

  • darwan » 1 Tanggapan
    lebih baik manusianya yang dimusnahkan atau pabrik yang ditutup,,,, dari pada seekor harimau mati,,,, harimau tidak salah manusia yang kuaqrang ajar,,, pemerintah kebanyakan menerima suap dari pabrik2 yang merambah hutan
    • vien
      benar, harimau itu tidak salah... tpi itu smua karna faktor manusia nya sndiri yg serakah n tamak.. msti nya qt manusia lebih bisa menjaga n ngelindungi hwan tsb.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.