Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penertiban PKL di Medan Diwarnai Kericuhan

Risna Nur Rahayu , Jurnalis-Rabu, 27 Juli 2011 |12:42 WIB
Penertiban PKL di Medan Diwarnai Kericuhan
ilustrasi demo ricuh (Foto: Ist)
A
A
A

MEDAN - Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tradisional Simpang Limun Medan pagi tadi diwarnai kericuhan. Pedagang menolak penertiban karena merasa berjualan adalah mata pencaharian mereka.

Pantauan Okezone, ratusan PKL di Pasar Simpang Limun yang berjualan di pinggiran badan Jalan Seksama Medan, terlibat adu mulut dengan seratusan petugas Satpol PP yang berada di lokasi untuk melakukan penertiban, Rabu (27/7/2011).

Setelah lebih kurang 10 menit mendapat perlawanan dengan aksi saling dorong dan terlibat adu mulut, petugas berhasil membongkar paksa sejumlah kios para PKL.

Tidak diketahui siapa yang mengkoordonir, para pedagang yang tadinya melawan pun akhirnya membongkar kios-kios mereka sendiri, agar barang dagangan mereka tidak diamankan paksa oleh petugas.

Camat Medan Kota, Parlindungan, yang berada di lokasi mengatakan lapak para pedagang ini telah melanggar ketentraman warga yang berlalu lintas.

"Mereka berdagang di badan jalan. Itu sudah melanggar ketentraman umum dan menyebabkan kemacetan. Tentunya itu juga melanggar Perda yang ditetapkan Walikota Medan," katanya.

Parlindungan menerangkan, sebelum dilakukan penertiban pihaknya terlebih dahulu memberitahukan kepada para PKL agar tidak berjualan di badan jalan.

Sementara menurut pedagang, mereka menolak penertiban karena dari hasil berdagangan itulah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan sebagian dari mereka mengaku dikutip dana retribusi sampah setiap harinya.

"Kalau memang kami dilarang, kok tetap dikutip retribusi sampah tiap hari dua ribu," kata salah seorang pedagang.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement