JAKARTA - Gullain Barre Syndrome (GBS), mungkin belum terlalu familiar di tengah masyarakat. Namun penyakit langka tersebut ternyata mematikan.
Salah satu penderita GBS adalah Shafa Azalia (4). Sudah sekira satu tahun putri kandung Zulkarnen itu hidup dengan bantuan ventilator dan obat-obatan. Shafa kini harus terbaring lemah di ICU Rumah Sakit St Carolus, Jakarta Pusat, dengan alat-alat Bantu pengobatan yang menempel di tubuhnya.
“Saya berharap pemerintah memperhatikan, karena anak adalah masa depan bangsa, saya juga sudah habis lebih Rp300 juta. Belum lagi utang yang sudah mencapai Rp200 juta,” kata Zulkarnaen di RS St Carolus, Jakarta, Senin (1/8/2011).
Dia pun tergerak hatinya untuk membuat Gerakan Peduli GBS untuk membantu anak-anak lainnya yang terkena penyakit mematikan tersebut.
“Saya buat gerakan ini karena terinspirasi,” ujarnya dengan nada suara melemah.
Dia mengaku telah menjual rumah, tanah, dan nyaris seluruh harta bendanya, untuk membiayai pengobatan putri tercintanya.
“Awalnya satu bulan pertama, ventilator melalui mulut. Namun sejak bulan kedua, ventilator Shafa melalui leher yang dilubangi. Sesekali Shafa belajar bernafas normal, namun hanya mampu beberapa menit atau jam saja, setelah itu tubuhnya membiru tak bisa bernafas. Shafa belum kuat bernafas tanpa alat dan bantuan obat-obat GBS yang sangat mahal. Hingga sekarang belum bisa ditanggalkan, karena belum ada tanda-tanda paru-paru Shafa kuat berfungsi sendiri,” ujarnya.
Pantauan okezone di lokasi, anak kecil berambut panjang tersebut sangat kuat menghadapi penyakit yang dideritanya. Wajahnya terlihat polos tanpa beban.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.