Lebih dari 34 Ribu PNS Jakarta Absen Hari Ini

Senin, 01 Agustus 2011 14:35 wib | Dwi Afrilianti - Okezone

Ilustrasi Ilustrasi JAKARTA - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat ada lebih dari 34 ribu Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang absen alias tidak masuk di hari pertama bulan puasa ini, dari total 81.258 PNS yang ada di DKI Jakarta.
 
Kepala Bidang Pengendalian BKD Slamet menyatakan, jumlah PNS absen ini didominasi oleh guru. Sisanya, sebanyak 33 orang tidak masuk tanpa keterangan, 16 orang cuti, 24 orang sakit, dan 6 orang mengajukan ijin tidak masuk.
 
"Sementara jumlah guru cukup besar, prosentase tidak aktif didominasi guru," katanya kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Senin (1/7/2011).
 
Jumlah ini, menurutnya, masih dapat berubah. Sebab, bisa jadi belum semua operator di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) memasukkan status pegawainya ke dalam sistem online kehadiran pegawai.
 
"Bisa saja bukan tidak masuk, tapi terlambat," katanya.
 
Sementara itu, Sekretaris BKD Budi Utomo menjelaskan absennya PNS guru karena mengikuti kalender akademik.
 
"Itu kalender pendidikan yg sudah ditentukan 1 tahun sebelumnya, kan siswa-siswa juga libur," tandasnya.
 
Untuk PNS yang tercatat datang terlambat hari ini, baik Slamet maupun Budi belum bisa memastikan. Namun, Budi menekankan adanya unit-unit yang memberlakukan jam kerja khusus atau sistem shift. Sehingga, mungkin membedakan jadwal kerja sejumlah PNS dari PNS kebanyakan.
 
"Misalnya Dinas Perhubungan, Satpol PP, pake shift 1,2,3, jadi bukan enggak masuk tapi shift," katanya.
 
Untuk diketahui, terhitung hari ini, jam kerja PNS Kota DKI Jakarta secara umum berubah, yakni jam masuk mundur setengah jam menjadi pukul 8 pagi, dan jam pulang lebih cepat yakni pukul 3 sore. Sedangkan di hari Jumat, jam kerja dimulai pukul 8 pagi hingga pukul 15.30 sore. Meski nampak lebih pendek dari jam kerja di hari biasa, Budi mengatakan rentang waktu kerja dalam satu hari tersebut  tidak berubah.
 
"Jam kerja sama 7,5 jam, karena tidak ada waktu istirahat," tegasnya.
 
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat dikonfirmasi menyatakan akan mengawasi secara ketat pemberlakuan jam kerja yang baru, untuk menghindarkan tindak pelanggaran jam kerja oleh pegawai.
 
"Ada penyesuaian tidak berarti kinerja turun utamanya pelayanan masyarakat, saya minta dilakukan assessment," tandasnya.
 
Bagi PNS yang ketahuan tidak disiplin menjalani waktu kerja, sesuai kebijakan, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD).
(abe)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »