Inilah Kronologis Bentrok FBR vs Pemuda Pancasila

|

ilustrasi

Inilah Kronologis Bentrok FBR vs Pemuda Pancasila

DEPOK – Bentrok dua ormas di Depok antara Forum Betawi Rempug (FBR) dengan Pemuda Pancasila (PP) sebenarnya hanya dilatarbelakangi masalah kecil. Kejadian berawal pada Sabtu 30 Juli 2011 pukul 17.00 WIB saat massa FBR pulang ke Depok dengan berkonvoi selepas acara milad di Jakarta.

 

Dalam perjalanan pulang ke Depok, sejumlah anggota FBR mencopoti atribut PP yang terpasang di sejumlah titik di Depok. Selanjutnya, pemicu lainnya didasari oleh bentrok yang terjadi antara anak punk dan anggota PP pada pukul 01.00 WIB dini hari di Depok Trade Center (DTC).

 

Dalam bentrok tersebut, dua anak punk memalak sejumlah uang di warung gerobak milik Otong Budi, Ketua Ranting PP Rangkapan Jaya. Karena tak terima, Otong pun memanggil anggota PP lainnya untuk melawan para anak punk.

 

Lima anak punk lainnya datang membantu dengan membawa samurai. Bentrok pun terjadi hingga tiga unit sepeda motor di depan warung dirusak. Di dalam bentrok tersebut satu anak punk menjadi korban luka bacok di bagian kepala, Aditya Rahman, hingga dibawa ke RSUD.

 

Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Azhar Nugroho mengatakan, dalam bentrok dengan anak punk, anggota PP berasumsi anak punk adalah suruhan anggota FBR. Sehingga aksi balasan pun terjadi oleh anggota PP yang menyerang gardu FBR di Jalan Nusantara dan Jalan Tanah Baru pada Minggu, pukul 07.00 WIB.

 

“Kemudian serangan balasan lagi dilakukan oleh ormas FBR di fly over Arief Rahman Hakim (ARH). Mereka merusak satu posko milik PP di ARH, itu terjadi sekira pukul 11.00 WIB,” tuturnya kepada wartawan, Senin (1/8/2011).

 

Hingga akhirnya terjadi aksi balasan lagi di Grand Depok City di mana anggota PP mengeroyok seorang anggota FBR bernama Fauzi, yang tak tahu menahu akar permasalahan. Dia kebetulan melintas seusai mencari rumput dengan mengenakan kaos FBR.

 

Fauzi pun kini telah keluar dari RS Mitra Keluarga Depok setelah mendapatkan perawatan. Fauzi menderita luka bacok di dekat telinga kiri, dan dilindas dengan sepeda motor.

(teb)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Warga Pasar Timah Blokir Rel KA Medan-Kuala Namu