Mengaku Guru PNS, Bobol Bank Sumut Rp2 M

|

TEBING TINGGI - Bank Sumatera Utara (Sumut) cabang Kota Tebing Tinggi kebobolan uang sebesar Rp2 miliar. Modusnya, pelaku mengajukan kredit menggunakan data pasangan suami istri pegawai negeri sipil (PNS).

Kasus ini terbongkar saat pasutri di Bhandar Khalipah yang berprofesi sebagai guru hendak mengajukan kredit di Bank Sumut. Namun saat diproses, petugas bank menyatakan mereka sudah pernah melakukan pinjaman.

Merasa tak pernah mengajukan kredit, pasutri tersebut akhirnya melayangkan protes. Setelah diselidiki, ternyata ada orang lain yang mengaku guru PNS di Bhandar Khalipah yang mengajukan kredit menggunakan identitas pasutri tersebut.

Temuan ini langsung dilaporkan ke Mapolres Tebing Tinggi. Petugas akhirnya berhasil menangkap sembilan orang dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah PA, TI, MI, TU, FY, WA, MA, PA, dan SU. Kesembilannya merupakan warga Dusun Enam, Desa Ujung Rembung, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai.

Dalam pemeriksaan, sembilan tersangka mengaku bukan PNS. Mereka dibayar masing-masing Rp2 juta oleh Bendahara Kantor Cabang Dinas (KCD) Bank Sumut Bhandar Khalipah, asal mau menandatangani dokumen kredit di Bank Sumut Kota Tebing Tinggi dengan nama orang lain yang berstatus PNS.

Kasus ini masih dalam pengembangan jajaran Polres Tebing Tinggi. Dalang pembobolan masih didalami karena hingga Selasa (2/8/2011) ini Bendahara KCD Bank Sumut Bhandar Khalipah, AW, masih diburu polisi. Petugas menduga bendahara inilah yang mengetahui proses peminjaman.

Sementara itu pihak Bank Sumut yang coba dikonfirmasi menolak memberi keterangan terkait kasus ini.

(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kronologi Bentrok AMPG Versi Waketum Golkar