Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Petugas Cari Daging Gelonggongan di Klender & Rawamangun

Catur Nugroho Saputra , Jurnalis-Rabu, 03 Agustus 2011 |08:40 WIB
Petugas Cari Daging Gelonggongan di Klender & Rawamangun
Ilustrasi (Foto: carne-buena.com)
A
A
A

JAKARTA - Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Pemkot Jakarta Timur, menggelar inspeksi mendadak di Pasar Perumnas Klender dan Rawamangun.

Tidak ditemukan adanya daging gelonggongan dan daging berformalin.

Namun pada sidak di Pasar Perumnas Klender, petugas menemukan 19 ayam mati yang dijual. Ayam tersebut langsung diamankan petugas agar tidak dijual.

"Ayam tersebut kemungkinan mati di dalam perjalanan, dan pada saat kita datang belum disingkirkan pedagang, jadi kita yang amankan," ujar Kasie Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perternakan dan Perikanan Sabdo Kurnianto, kepada wartawan, Rabu (3/8/2011).

Sabdo mengatakan, pihaknya melakukan pangawasan tidak hanya saat mendekati hari raya saja, namun hal itu merupakan bagian dari kegiatan rutin.

"Kami melakukannya secara diam-diam yang rutin kami lakukan," jelasnya.

Menurut Sabdo, di dua pasar tersebut, khusus daging gelonggongan selama ini belum pernah ditemukan.

"Jarak dari Boyolali sampai ke Jakarta sangat jauh, jadi kemungkinan sangat kecil untuk masuk," katanya.

Kenapa dua pasar ini yang dijadikan sasaran sidak? Kata Sabdo, Pasar Klender dan Rawamangun merupakan pasar percontohan. Selain itu, di pasar Rawamangun belum lama ini juga telah dilakukan tes formalin.

"Tanggal 2 Juli dan 26 Juli di sini sudah kita lakukan formalin tes, dan pasar Rawamangun ini bebas dari formalin," terangnya.

(Lamtiur Kristin Natalia Malau)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement