JAKARTA- Yayasan Tunas Karya, jasa penyalur rumah tangga yang menyalurkan Ina Asriyana ke keluarga pasangan Agus Budiarto dan Heni Mardiyana, ikut terkena imbas atas perilaku Ina yang menculik Cheryl Audry Jacqueline.
Penanggung Jawab Yayasan Tunas Karya Mohammad Rohim Masyuhudi mengatakan, sejak pemberitaan hilangnya bayi Cheryl ini, pihaknya ikut pontang-panting. Bahkan menghampiri kediaman orangtua Ina di Subang, Jawa Barat.
"Setelah dapat kabar anaknya diculik pada tanggal 1 (Agustus). Tanggal 2-nya kita, istri (Heni), suami (Agus), dan keluarga majikannya, langsung cari dia ke tempat orangtuanya di Subang, tapi enggak ketemu sama Ina. Terus kita balik dan lapor polisi," kata Rohim di kantornya di Jalan Rasa Mulya, Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (5/8/2011).
Saat kejadian, Rohim pun mengatakan tak mengetahui keberadaan Ina. "Saya sendiri enggak tahu keberadaan dia. Kalau saya tahu mah saya selesaiin sendiri," ucapnya.
Perihal kabar ini, pihak yayasan pun merasa sedikit kecewa dan kaget. Karena dari ribuan orang yang telah disalurkan yayasannya, baru kali ini yang melakukan penculikan.
Dari kasus ini, lanjut Rohim, banyak juga klien yang mengembalikan jasa yang digunakan, dengan alasan takut.
"Banyak juga yang kecewa, ada yang suport ada yang merasa wajar. Bahkan hari ini ada satu yang minta dikembalikan soal administrasinya-nya, tapi kita enggak masalah," terangnya.
(Hariyanto Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.