Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AJI: Pers Tak Arogan, Silakan Dikritik

Susi Fatimah , Jurnalis-Sabtu, 06 Agustus 2011 |11:56 WIB
AJI: Pers Tak Arogan, Silakan Dikritik
Ilustrasi (wikimediacommon)
A
A
A

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jajang Jamaludin membantah anggapan bahwa pers di Indonesia arogan dan enggan menerima kritik. Menurutnya, justru pers kerapkali tidak terlindungi dari ancaman dan kekerasan oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan atau terganggu dengan pemberitaan.
 
“Dalam satu tahun ada 650 kasus dialami wartawan, hanya lima yang dibawa ke pengadilan, dan hanya tiga yang ditangkap dan vonis. Kalau begini siapa yang arogan?" paparnya dalam diskusi Polemik Radio Trijaya, di Warung Daun Jakarta, Sabtu (6/8/2011).
 
Jajang menambahkan, sebenarnya pers sudah bersifat terbuka terhadap kritik. Oleh karena itu, dia mempersilakan semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah untuk melakukan kontrol terhadap pers. Namun, dia berharap agar kontrol itu tidak bertujuan membungkam pers, seperti memberikan uang suap karena memanfaatkan sebagian wartawan miskin.
 
Dalam kesempatan tersebut, Jajang juga menanggapi kritik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mempertanyakan kredibilitas pemberitaan media karena hanya bersumber dari BlackBerry Messenger (BBM) orang yang mengaku sebagai Muhammad Nazaruddin.
 
Menurut Jajang, pers sudah melakukan tugasnya seperti memilih kredibilitas narasumber dan melakukan verifikasi kepada yang dituduhkan. Yang keliru, lanjutnya, bila pers tidak melakukan verifikasi terhadap apa yang dilontarkan oleh Nazaruddin. Pers memilih Nazaruddin sebagai narasumber berita mengingat dia sebagai pihak yang bermain dan sumber utama oleh karena itu pernyataan Nazaruddin dianggap penting.
 
"Itu kewajiban-kewajiban jurnalistik, kalau ada yang keliru bisa saja. Apalagi Nazar sumber kunci tapi dia juga punya kepentingan," tuturnya.

(Insaf Albert Tarigan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement