tragedi sukhoi

Pemerintah Impor Ubi Kayu, Petani Cemas

Jum'at, 12 Agustus 2011 01:03 wib
Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

GUNUNGKIDUL- Produksi gaplek (ubi kayu kering) di Gunungkidul, Yogyakarta, berlimpah setiap tahunnya. Kebijakan pemerintah untuk mengimpor 28 komoditi pangan termasuk ubi kayu, membuat petani cemas.

Namun pemerintah kabupaten membatah jika kebijakan itu menurunkan harga gaplek di tingkat petani. Menurut Ngatinah, salah seorang petani di Kecamatan Semanu, dia menyayangkan jika akibat impor akan semakin menurunkan harga gaplek.

”Wah kalau mendatangkan dari luar negeri jangan-jangan nanti harganya semakin murah,” katanya kepada wartawan, Kamis (11/8/2011). Dia menambahkan, produksi tahun ini lebih buruk jika dibandingkan tahun lalu.  Pasalnya, tingginya curah hujan membuat ubi menjadi tidak bisa berkembang.

Satu kilogram gaplek kering dia menjual dengan harga Rp1.500 dan untuk ubi kayu basah Rp700 per kg.”akibat hujan hasil panen tidak sebagus tahun lalu,” imbuhnya.
Sementara Budi Wijaya, salah satu pengepul gaplek terbesar, mengatakan setiap bulan dirinya mampu menjual gaplek 1000 ton ke pengepul besar di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Lampung.

"Jawa Timur langsung dibawa ke China dan Korea, sementara Jawa Barat untuk pakan ternak dan Lampung sebagai bahan ethanol,” ujar pengepul yang sudah tiga puluh tahun menekuni bisnis gaplek ini.

Menurutnya, produksi gaplek di Gunungkidul tergolong surplus. Hal ini karena sebagian besar penduduk sudah tidak mengkonsumsi ketela sebagai makanan pokok, sehingga seluruh ketela dijual. ” Selamanya belum pernah dengar kita impor, kalau enggak kita ekspor malah kelebihan,” tuturnya.
(Markus Yuwono/Trijaya/ram)

  • agoes » 0 Tanggapan
    ubi kayu impor, PRT ekspor. apa maunya pemerintah. kalau boleh usul, yg bikin kebijakan ini suruh makan gaplek. Dasar muka gaplek.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sjafii » 0 Tanggapan
    jika info tersebut benar, sebaiknya dibarengi dgn evaluasi terhadap DEPTAN tentang program2nya, DEPDIK untuk evaluasi semua fakultas pertanian. Di Indonesia banyak ahli pertanian!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • menick » 0 Tanggapan
    Siapa sih yg punya ide gila impor ubi kayu ini.gak punya otak apa,gak mikir apa?atau jangan"cuma dipake kendaraan buat korupsi,biar gak keliatan korupsinya.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • abo linggo » 0 Tanggapan
    Saya tinggal dilampung dan tau persis seperti apa limpah ruahnya singkong di lampung, bahkan ratusan pabrik pengolahan skala besar ada di lampung, saya bener2 kaget,,,ada IMPORT singkong,,,gila ini semua sudah,,, saya sangat setuju bila mulai 2012 rakyat menyatakan KITA IMPORT PRESIDEN DAN MENTRI2NYA,,,,
    Beri Tanggapan Laporkan
  • bontrek » 0 Tanggapan
    wahh.. Rasanya malu sya jdi org indonesia! UBI KAYU msh jg di impor??
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.