AS Halau Akses Finansial Umar Patek

Umar Patek (Foto: AP)

AS Halau Akses Finansial Umar Patek
WASHINGTON - Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) mengumumkan pemblokiran akses bagai Umar Patek, Abdul Rahim Baasyir dan Muhammad Jibril Abdul Rahman. Ketiganya merupakan anggota senior dari Jamaah Islamiyah (JI).

Umar Patek sendiri saat ini berada di tahanan Kepolisian Indonesia. Sedangkan Abdul Rahim yang juga putra dari Ustaz Abubakar Baasyir saat ini masih dalam pelarian, begitupun dengan Muhammad Jibril Abdul Rahman.

"Ketiga orang ini telah menunjukkan aksi kekerasan. Pemblokiran ini ditujukan untuk menghalau akses mereka kepada sistem keuangan internasional yang ditujukan untuk membiayai agenda kekerasan mereka," demikian pernyataan Kementerian Keuangan AS yang diambil dari website mereka, Rabu (17/8/2011).

Keputusan dari Kementerian Keuangan AS ini ditujukan untuk memberikan sanksi kepada kelompok teroris dan siapapun yang mendukung aksi terorisme. 

Atas keputusan ini, warga AS dilarang untuk melakukan transaksi apapun dengan ketiganya. Sementara aset-aset yang mereka miliki di Amerika akan dibekukan.

Hanya Umar Patek yang saat ini sudah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian, mengaku sebagai dalang Bom Bali 2002 lalu. Dirinya ditangkap di Pakistan pada Maret lalu dan diesktradisi ke Indonesia oleh Pakistan 11 Agustus lalu. 

Sementara Abdul Rahim Baasyir adalah pimpinan Jamaah Islamiyah untuk wilayah Asia Tenggara sejak akhir 1990. Abdul Rahim pada 2002 memimpin jaringan Al Ghuruba yang merupakan afiliasi dari JI dan Al Qaeda. Sel terorisme yang lebih kecil ini beroperasi dibentuk di Karachi, Pakistan.

Abdul Rahim diketahui memiliki tugas untuk mendoktrin umat Muslim guna melakukan serangan terhadap Amerika. Dirinya pun meminta agar anggota Al Ghuruba untuk membunuh warga AS dimanapun mereka berada.

Sementara Muhammad Jibril Abdul Rahman selama ini dikenal sebagai anggota senior JI. Dirinya dianggap terlibat langsung dalam berbagai operasi dari JI. Hingga akhir 2008 Jibril bekerja untuk Imam Samudra yang menjadi otak serangan Bom Bali 2002 lalu yang menewaskan 202 jiwa.

Jibril dianggap bersalah dalam serangan teror di Jakarta pada Juli 2009 lalu. Dirinya juga dianggap bersalah telah memalsukan dokumen imigrasi. 
(faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Janjikan Jimat Penglaris, Dukun Setubuhi Remaja 16 Tahun