TAPANULI - Kuburan isteri kepala sekolah salah salah satu SMP di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang diduga tewas gantung diri beberapa waktu lalu, hari ini dibongkar oleh pihak keluarga. Mereka meminta polisi agar melakukan identifikasi guna mencari penyebab pasti kematian Iperisma Tampubolon.
Keluarga korban menyakini korban tidak tewas bunuh diri, melainkan karena sebab lain. Keyakinan itu didasari atas seringnya anggota keluarga korban yang didatangi arwah korban melalui mimpi. Iperisma Tampubolon sendiri ditemukan tewas gantung diri pada 20 Juli 2011 lalu di kamar mandi keluarga.
Kapolsek Pandan, Edi Sidauruk menjelaskan pembongkaran makam dilakukan untuk mencari kejanggalan-kejanggalan atas kematian korban, sesuai laporan dari pihak keluarga korban. “Pembongkaran atas permintaan keluarga,” tegasnya di Tapanuli, Jumat (19/8/2011).
Sempat ada penolakan dari anak dan suami korban hingga membuat sang anak menangis histeris dan suaminya pingsan saat pembongkaran akan dimulai. Namun pembongkaran makam tetap dilanjutkan.
Pembongkaran kuburan mendapat pengawalan ketat dari belasan petugas kepolisian Polres Tapanuli Tengah lengkap dengan senjata laras panjang. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dari pihak keluarga korban dan keluarga suami almarhumah.
Bahkan warga sekitar yang tidak dapat masuk ke lokasi terpaksa memanjat sejumlah batang pohon agar bisa menyaksikan jalannya pembongkaran makam.
(Raymond/SUN TV/ful)