DPR Uji 33 Calon Duta Besar Secara Marathon

Senin, 22 Agustus 2011 14:55 wib | Misbahol Munir - Okezone

Ilustrasi (Foto: Dok Okezone) Ilustrasi (Foto: Dok Okezone) JAKARTA - Komisi I DPR yang membidangi urusan luar negeri hari ini tengah melakukan fit and proper test terhadap 33 calon duta besar. Uji kepatutan dan kelayakan akan digelar selama tiga hari berturut-turut dari 22-24 Agustus 2011.

Menurut anggota Komisi I DPR Roy Suryo, fit and proper test akan dilakukan dalam tiga sesi, yakni pagi, siang dan malam. Namun karena bulan ini bertepatan dengan Ramadan maka sesi malam diganti ke sore hari.

Tim DPR dalam uji kepatutan dan kelayakan tidak akan lagi berkutat pada pertanyaan perihal pengetahuan demografis melainkan akan ditekankan pada isu-isu terkini yang memiliki kaitan dengan kepentingan bangsa.

"Dari beberapa negara seperti Azerbaijan, Singapura, dan Malaysia nanti tidak kami minta menceritakan demokrafis atau yang lainnya. Tapi akan kami tanya soal isu-isu terkini dan peran serta hubungannya dengan Indonesia," kata politikus Demokrat itu di Jakarta, Senin (22/8/2011).

Roy mencontohkan tentang isu terkini berkaitan dengan Indonesia dan negara yang bersangkutan. "Seperti Iran tentang Nuklir, Singapura masalah ekstradisi, kemudian Azerbaijan soal hubungan dengan negara pecahan dan sebagainya. Vietnam bagaimana soal percepatan perdagangannya," imbuhnya.

Dalam tiap sesi  di atas, akan dilakukan pengujian terhadap enam orang. Jadi dalam sehari ada 18 calon Dubes yang akan ikut tes. "Insya Allah 33 itu selsasi, sebenarnya ada 34 calon Dubes, tapi satu calon mengundurkan diri," kata dia.

Meski demikian dari 33 calon Dubes yang diusulkan Presiden, DPR sulit untuk melakukan penolakan, sebab DPR sendiri hanya dimintai pertimbangan.

DPR dalam UU pemilihan diberi pertimbangan atas usulan Dubes yang diajukan DPR. Jadi pertimbangannya ada tiga. Pertama DPR sepakat untuk menyetujui. Kedua setuju calon yang disulkan tapi tidak di negara yang bersangkutan. Ketiga, DPR tidak sepakat dengan bahasa halus dan menolak di negara bersangkutan.

Penelusuran okezone, berikut nama-nama yang diusulkan menjadi duta besar:
 
Salman Al Farisi untuk Uni Emirat Arab, Ahmad Niam Salim untuk Aljazair, Nurul Qomar untuk Kazakstan, Letjen Mar Safzen Nurdin untuk Irak, Prayono untuk Azerbaijan, Lutfi Rauf untuk Thailand, Trie Edi Mulyani untuk Kolombia, Prianti Gagarin untuk Venezuela, Andrajati untuk Senegal, Retno Lestari untuk Belanda.
 
Kemudian Deddy Saiful Hadi untuk Qatar, Mayerfas untuk Vietnam, Teiseran Cornelis untuk Kuba, Desra Percaya untuk PTRI New York, Komjen Pol Nurfaizi untuk Mesir, Ellias Ginting untuk Denmark, Artanto Wargadinata untuk Bahrain, Harbangan Napitupulu untuk Mozambik, Djauhari Oratmangun untuk Rusia, Sukanto untuk Oman, Sunu Soemarno untuk Kenya, Dwi Ayu Arimami untuk Panama.
 
Selanjutnya Saut Maruli Gultom untuk Ekuador, Prof Muh Prakosa untuk Italia, Subijaksono Suyono untuk Bosnia, Andri Hadi untuk Singapura, Bunyan Saptomo untuk Bulgaria, Dewa Made Sastrawan untuk Swedia, Dian Wirengjurit untuk Iran, Budiarman Bahar untuk Vatikan, Agustinus Sumartono untuk Namibi.
(ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »