Ponpes Ini Sembuhkan Ganggungan Jiwa dengan Ngaji

|

Terapi gangguan jiwa dengan mengaji di Ponpes Nailul Falaq. (Dok: Sun TV)

Ponpes Ini Sembuhkan Ganggungan Jiwa dengan Ngaji

PASURUAN- Beragam cara dilakukan untuk menyembuhkan penderita gangguan jiwa. Di Pasuruan, Jawa Timur, orang gila disembuhkan dengan cara mengaji dan salat.

Pasien cukup diberi pelajaran dan melakukan kebiasaan sebagaimana layaknya Muslim, seperti salat, mengaji, dan shalawat Nabi Muhammad SAW. Selain itu rehabilitasi gangguan jiwa juga dilakukan dengan memberi obat sesuai kebutuhan pasien.

Terapi yang dilakukan di Pondok Pesantren Nailul Falaq, Desa Karangjati Anyar, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, ini terbuka untuk masyarakat umum dan dimpimpin langsung pengasuhnya KH M Rosyidi.

Rosyidi membangun tempat rehabilitasi ini enam tahun lalu. Didirikan, atas dasar keprihatinan akan bertambahnya jumlah penderita gangguan jiwa. Sementara keberadaan mereka kurang diperhatian baik dari pemerintah daerah hingga pusat

Sejak berdiri, Rosyidi sudah berhasil menyembuhkan lebih dari 70 pasien. Saat ini ada 125 pasien yang berobat di ponpes tersebut. Mereka berdatangan dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Bojonegoro, Sampang, Situbondo, Probolinggo, Malang, Pasuruan, bahkan ada pasien dari Jakarta dan Pulau Kalimantan.

Hebatnya, tidak ada penentuan tarif sebagaimana rehabilitas di rumah sakit jiwa. Namun keluarga diminta menitipkan pasien secara ikhlas.

Jika sudah sembuh keluarga tidak boleh menjemput. Pasien harus pulang sendiri ke rumah masing-masing dan diberi bekal uang saku dari ponpes.

Rosyidi menuturkan, cara penyembuhan penyakit ini membutuhkan esktra kesabaran. Lantaran tingkah laku pasien kurang sadar. Bisa berhasil kalau menggunakan cara yang sabar. Justru kalau enggak sabar bisa nyeleneh,” ungkap Rosyidi, Senin (22/8/2011).

Rosyidi menambahkan, di awal penyembuhan masih banyak pasien yang tingkahnya nyeleneh saat melakukan proses penyembuhan, seperti bermain sendiri dan mengganggu kiai. Namun jika sudah terbiasa mereka akan mengikuti dengan tertib.

Cara penyembuhan cukup sederhana, pasien yang seluruhnya Muslim, diajak salat lima waktu setiap hari di masjid lingkungan ponpes.

Setelah itu mereka diajak mengaji bagi mereka yang sudah bisa membaca Alquran. Sementara bagi yang belum bisa mengaji diajari hingga bisa membaca Alquran.

Untuk menghibur, pasien juga dihibur dengan hadrah shalawatan nabi. Bahkan mereka diwajibkan puasa selama Ramadan.

(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Mensos: Toleransi Harus Digaungkan!