MOROWALI- Kapolres Morowali AKBP Suhirman mengatakan korban kerusuhan yang terjadi di sumur minyak investor Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Tomori di Pulau Tiaka, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), bertambah menjadi dua orang.
“Data terakhir korban ada dua orang. Satu meninggal karena kontak senjata yang satu lagi meninggal di jalan karena pendarahan,” jelas Suhirman saat dihubungi okezone, Selasa (23/8/2011).
Suhirman menambahkan, saat ini lokasi kerusuhan sudah dikosongkan, baik karyawan dan petugas keamanan sudah dievakuasi. Meski demikian, polisi akan melanjutkan penjagaan guna mengantisipasi kerusuhan susulan.
“Pagi ini petugas Brimob dari Polda Sulawesi Tengah akan menjaga lokasi,” sambungnya.
Menurut Suhirman, polisi sudah mengamankan 22 orang. Seluruh warga Desa Kolo Bawah itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.
”Tersangka akan dikirim ke Polda Sulawesi Tengah untuk dilakukan pemeriksaan,” tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, kerusahan sudah terjadi sebanyak dua kali sepanjang Senin kemarin.
Pada pukul 08.30 Wita, massa mengatasnamakan Forum Mahasiswa Kecamatan Mamo Salato bergerak dari pelabuhan Desa Kolo Bawah menuju perusahaan menggunakan tiga perahu jolor.
Mereka terlihat membawa parang dan sebuah bom ikan saat tiba di pelabuhan perusahaan Tiaka. Melihat gelagat tidak baik, sekuriti dan petugas TNI AL menghalau massa, namun tidak dihiraukan.
Sekira pukul 09.30 Wita, massa merusak pos keamanan di Perairan Desa Pandauke, Kecamatan Mamo Salato. Belum diketahui pasti apa penyebab kerusuhan. Polisi masih mendalami kasus ini.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.