BELITUNG - Anggota DPRD Kabupaten Belitung beserta unsur pimpinan melakukan aksi boikot terhadap Mahadir Basti yang tertangkap berduaan bersama wanita di kamar hotel.
Hal ini terlihat jelas dalam rapat dewan yang digelar kemarin siang di ruang lobi DPRD Belitung, dimana semua anggota dewan langsung keluar ruangan ketika melihat Mahadir Basti masuk ke dalam ruangan, berniat untuk ikut serta dalam rapat. Termasuk pula Ketua DPRD Belitung Andi Saparudin Lanna ikut keluar ruangan.
Pemboikotan seluruh anggota dewan terhadap Mahadir terjadi, pada saat datangnya Gabungan LSM dan Karang Taruna yang mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus yang menimpa Mahadir dan Hellyana kepada pihak dewan, yang bermaksud meminta kepada pihak DPRD agar mengeluarkan kedua anggota Dewan tersebut karena dianggap telah mencoreng lembaga wakil rakyat.
Menanggapi pernyataan itu, pihak dewan dipimpin oleh ketua DPRD Belitung akhirnya menggelar pertemuan di ruang lobi DPRD untuk menjawab apa yang menjadi pertanyaan pihak LSM dan Karang Taruna Tersebut.
Awalnya rapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan, berbagai pertanyaan yang dilontarkan pihak LSM dan Karang Taruna berhasil di jawab oleh para anggota dewan, dimana menurut pihak dewan untuk kasus Mahadir dan Hellyana, sepenuhnya menyerahkan pengusutan dilakukan a Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Belitung.
“Namun kinerja BK berjalan sesuai dengan mekanisme, bukan asal-asalan, tapi yakinlah BK akan bekerja semaksimal mungkin, dimana keputusannya akan di serahkan kepada pihak Partai melalui Ketua DPRD," kata Andi.
Terkait dengan masalah untuk mengeluarkan Mahadir Basti dan Hellyana dari anggota DPRD, menurut Andi, dewan tidak bisa mengeluarkan begitu saja kedua orang tersebut dari lembaga.
“Karena kita ini adalah petugas Partai, yang mempunyai hak untuk itu adalah partai yang menaungi mereka masing-masing, kita di sini tidak punya hak untuk itu, jadi silakan pertanyakan kepada partai yang menaungi mereka” Jelas Andi.
Di saat pihak Dewan memberikan penjelasan atas apa yang di lontarkan oleh pihak LSM dan Karang Taruna berlangsung, secara tiba-tiba Mahadir Basti yang menjadi obyek pembicaraan masuk tanpa izin dan langsung duduk di kursi yang kosong. Melihat hal itu suasana sidang langsung hening, dan beberapa detik kemudian langsung kacau karena ketika duduk Mahadir mengeluarkan HP-nya untuk mengabadikan wajah-wajah LSM dan Karang Taruna yang hadir di dalam ruang pertemuan.
Melihat hal itu, tanpa permisi lagi dengan Ketua DPRD slaku pimpinan rapat, satu-persatu anggota Dewan yang berjumlah belasan orang langsung keluar ruangan, hingga tinggal Andi Saparudin Lanna seorang diri.
Kemudian masyarakat yang tergabung dalam LSM dan Karang Taruna pun langsung bangkit berdiri mengikuti apa yang dilakukan oleh anggota Dewan.
Apalagi pada saat itu Mahadir melakukan Intrupsi dan langsung melontarkan kata-kata ancaman kepada pihak LSM dan Karang Taruna, tanpa dipersilakan terlebih dahulu oleh Pimpinan Sidang. Dalam ancaman tersebut Mahadir mengatakan akan menuntut siapa saja yang menuduhnya melakukan perselingkuhan.
Melihat semua orang keluar, Andi Saparudin Lanna akhirnya menutup rapat, dan ikut pula keluar ruangan, sedangkan Mahadir masih mengoceh seorang diri di dalam ruangan yang kosong.
Bubarnya rapat secara mendadak karena masuknya Mahadir menjadi pertanyaan bagi masyarakat yang turut menyaksikan pertemuan karena memang digelar secara terbuka, mereka bertanya-tanya, kenapa anggota Dewan langsung bubar ketika melihat Mahadir Masuk.
Ketua Komisi II, Taufik Rizani mengatakan kenapa dirinya keluar ruangan pada saat Mahadir masuk dan mengikuti rapat, karena apa yang dilakukan Mahadir tidaklah pantas, jika diteruskan maka jalannya rapat dipastikan kacau.
“Dia kan obyek yang lagi dibahas, tidak etislah kalau dia mengikuti rapat, dan apa yang kita lakukan ini agar supaya tidak terjadi keributan dan bisa dibicarakan baik-baik. Dengan masuknya dia, rapat pasti kacau, daripada kacau, lebih baik kita keluar," kata Taufik.
Sementara itu Sekretaris Komisi II , Junaidi M Tamin mengilustrasikan bahwa pada saat ini, ibarat Air sedang dalam keadaan mendidih, gak mungkin harus di minum seketika.
“Saat ini kondisi sedang panas, lebih baik jangan muncul dululah, biarkan kita rapat dengan tenang, biar kita enak menghadapi dan memberikan pengertian kepada masyarakat," ujar Junaidi.
Pernyataan lebih kejam lagi dilontarkan oleh beberapa anggota Dewan yang lain, menurut mereka, pihak dewan sengaja melakukan boikot sebelum ada kejelasan pasti tentang permasalahan yang terjadi. “Jangan hari ini yang merupakan rapat biasa, rapat paripurna saja jika dia ada, sedangkan kasus belum jelas, kita juga pasti akan keluar ruangan," sebut anggota dewan
“Mengenai kenapa kita keluar ruangan, kita menganggap yang bersangkutan kan sudah ada, hadir, nah dia lah yang berhak bicara. Kami tidak berhak bicara lagi," lanjut anggota dewan yang menginterupsi.
Mahadir Basti mengatakan ketidak senangan dirinya atas apa yang berlangsung di ruang rapat, menurutnya apa yang dilakukan teman-temannya tersebut telah menyinggungnya.
“jangan anggap mereka bersih, kita semua ini tahu keburukan masing-masing anggota Dewan," ujar Mahadir. Menurut Mahadir, tidak semestinya pihak Dewan berlaku seperti itu, karena apa yang dilakukannya awalnya adalah untuk memberikan penjelasan tentang apa yang terjadi di Jakarta, selain itu tujuannya masuk ke dalam rapat adalah untuk memberi tahu kan kepada LSM yang datang agar tidak berbicara sembarangan jika belum mengetahui duduk persoalan.
“Mereka bisa saya tuntut, janganlah memvonis orang jika belum ada ketetapan hukum yang pasti” Tandas mahadir.
(Yudi – Belitung)
Hellyana Minta Maaf
Sementara itu, Hellyana yang kebetulan juga sudah masuk kerja sebagai anggota DPRD Belitung, terlihat agak tertekan dan sungkan. Kepada wartawan Hellyana menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Belitung terkait permasalahan yang menimpa dirinya.
"Saya mengakui ini kesalahan dan meminta maaf kepada publik, tapi terus terang kita tidak melakukan apa-apa" ujar Hellyana.
Hellyana mengatakan penyesalannya, seharusnya ia tidak mempersilakan Mahadir Basti memasuki kamar hotel tempatnya menginap, walaupun niat dan tujuannya baik, yaitu menumpang berbuka puasa dan menjalankan salat Maghrib.
(Ferdinan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.