HIRUK-PIKUK warga yang akan bermudik Lebaran mulai terasa. Terminal bus, bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api, kembali diwarnai pemandangan khas tahunan yang telah mentradisi.
Sayangnya, saat mudik ini masih ada saja sebagian orang yang justru memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk berbuat jahat. Ingin mendapatkan uang dalam waktu singkat dengan menghalalkan segala cara, bahkan sampai melukai korbannya dengan sadis. Ya, tingginya mobilitas penduduk yang pulang kampung membuka celah terjadinya kejahatan meski pengamanan dari polisi ditingkatkan dari biasa. Tindak kriminalitas seperti pembiusan misalnya, harus diwaspadai para pemudik.
Pasalnya, pembiusan mulai marak belakangan ini dengan modus yang beragam. Dari mulai mencampur obat bius dalam makanan dan minumuman kemasan, menyemprotkan parfum, memberikan atau meniupkan asap rokok yang sudah dibubuhi kecubung. Kalau sudah begitu para pemudik harus ekstra hati-hati, tidak gampang menerima pemberian apapun dari orang yang tidak dikenal. Jadi jangan mudah percaya dengan kebaikan orang lain yang sok akrab.
Nah, kalau ada yang menjadi korban atau mengetahui peristiwa pembiusan, segeralah melaporkan ke kantor polisi atau petugas keamanan terdekat. Polri sudah menyiapkan call center pengaduan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar mengatakan, posko pengamanan dan pos pelayanan sudah akan berdiri serentak pada 22 Agustus mendatang.
Guna memastikan keamanan para pemudik, Polda Metro Jaya menyediakan pos-pos pengamanan saat Operasi Ketupat Jaya 2011 yang digelar menjelang dan usai Lebaran. Pemudik yang mencurigai terjadinya aksi kejahatan dianjurkan segera melapor ke pos keamanan terdekat.
Selain pos pengamanan dan pos pelayanan, Polda Metro Jaya juga akan membagikan selebaran berisi nomor telepon call center Polsek dan Polres terdekat. Sebab, call center polisi di nomor 112 tidak berfungsi maksimal. Berikut nomor-nomor telepon sementara yang bisa dijadikan layanan pengaduan:
1. Direktorat Reserse Kriminal Umum: 0215234240, 081316161688
2. Kejahatan dan Kekerasan: 0215234230, 0215234491
3. Direktorat Reserse Kriminal Khusus: 021523077
4. Piket Pelayanan Markas Kecelakaan Lalin Pancoran: 02198898845, 083870006161
5. TMC Lalu Lintas: 021-5275090
6. Posko Road Safety: 021-5234115
7. Direktorat Reserse Narkoba : 021-5234080
8. Bidang Humas : 021-5234017
Untuk tahun ini ada sekira 18.444 personel polisi yang siap diturunkan dalam mengamankan Jakarta menjelang dan usai lebaran dari H-7 sampai H+8. Operasi Ketupat Jaya 2011 mulai digelar hari ini yang diawali dengan apel dipimpin Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Monas. Operasi Ketupat Jaya dilaksanakan sampai 7 September 2011.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, Pemprov telah mencatat sebanyak 7.129.095 penduduk Jakarta yang akan mudik ke kampung halaman. Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah sudah mempersiapkan sarana angkutan Lebaran 2011. Seluruh pemudik tersebut akan diangkut menggunakan 7.292 bus, 130 lokomotif kereta api, 24 kapal laut, dan 285 pesawat.
"Jadi, pemudik tidak perlu lagi menggunakan kendaraan sepeda motor. Karena banyak alternatif angkutan yang telah disediakan," kata Fauzi di Balai Agung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis 18 Agustus 2011.
Puncak arus mudik menggunakan bus diperkirankan pada H-2 dan arus balik pada H2. Sedangkan puncak arus mudik dengan kereta api diperkirakan terjadi pada H-2 dan arus balik pada H6. Adapun puncak arus mudik menggunakan angkutan laut diprediksi pada H-5 dan arus balik pada H5, serta puncak arus mudik melalui angkutan udara pada H-2 dan arus balik pada H+2.
"Untuk mengatasi hal yang tidak diinginkan, kami sudah melaksanakan pendataan sarana dan prasarana angkutan lebaran di terminal, stasiun KA, pelabuhan laut atau penyeberangan dan bandara udara di wilayah DKI Jakarta," jelasnya.
(ram)