Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Uang Palsu Marak Beredar di Pasar Tradisional

Uang Palsu Marak Beredar di Pasar Tradisional
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

DEMAK - Jelang Lebaran, marak beredar uang palsu di sejumlah pasar tradisional di Demak, Jawa Tengah. Peredaran uang palsu tersebut memanfaatkan kelengahan pedagang saat melayani banyaknya pembeli untuk kepentingan Lebaran.

Salah satu pedagang yang menjadi korban peredaran uang palsu adalah Hana Fairus, pedagang daging di Pasar Bintoro Demak. Dua hari berturut-turut dia mendapatkan uang palsu pecahan Rp50.000 dan Rp100.000.

Sekilas, uang palsu tersebut tidak dapat dibedakan dengan yang asli, sebab setelah diterawang uang palsu juga terdapat tali dan gambar air sebagaimana uang asli. Namun setelah diraba, uang palsu permukaannya lebih halus dan bila diremas-remas tidak dapat kembali ke bentuk semula.

Hana menambahkan, uang palsu tersebut sengaja diedarkan dengan memanfaatkan kelengahan pedagang yang sibuk melayani banyaknya pembeli. Tidak hanya dirinya, sejumlah pedagang lain juga menjadi korban peredaran uang palsu.

Diduga peredaran uang palsu akan semakin marak mendekati Lebaran yang tinggal beberapa hari lagi. Kini para pedagang harus lebih berhati-hati dalam mencermati uang yang yang diterima agar tidak mendapatkan uang palsu lagi.

Sementara itu, harga daging menjelang Lebaran terus naik. Kini harga daging sapi naik Rp2.000 per kilogram dari sebelumnya Rp58.000 per kilogram. Situasi serupa juga menimpa harga daging ayam, yang juga mengalami kenaikan dari Rp22.000 per kilogram menjadi Rp24.000 per kilogram.

(Muhammad Saifullah )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement