Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nyaris Tak Ada Lampu Penerang di Jalur Tengah Jabar

Iman Herdiana , Jurnalis-Minggu, 28 Agustus 2011 |21:10 WIB
Nyaris Tak Ada Lampu Penerang di Jalur Tengah Jabar
Ilustrasi (Ist)
A
A
A

BANDUNG – Pemudik disarankan ekstra hati-hati saat melintas di jalur tengah Jawa Barat terutama di malam hari. Pasalnya, di jalur sepanjang 90 kilometer dari Subang hingga Sumedang itu nyaris tidak ada lampu penerangan atau penerangan jalan umum (PJU).

Humas Dishub Jawa Barat Supriatna Turhy menyebutkan, PJU sangat kurang terutama mulai dari wilayah Cidahu, Subang hingga Tomo, Sumedang. Menurutnya, jalur tengah merupakan jalur alternatif untuk mengantisipasi kepadatan di jalur utara.

Jalur ini menghubungkan Jakarta dan Bandung menuju Jawa Tengah. “Pemudik harus ekstra waspada karena jalur ini minim penerangan, nyaris tidak ada PJU,” kata Supriatna, saat dihubungi via telepon, Minggu (28/8/2011).

Dia menuturkan, sejak H-3 jalur tengah sudah mulai dipadati para pemudik. Keadaan serupa diprediksi hingga hari ini atau H-2 Lebaran. Sehingga, pemudik yang kemalaman karena macet atau memilih mudik malam hari harus mengandalkan penerangan yang ada di kendaraannya masing-masing.

Keadaan gelap terutama makin parah di kawasan Cidahu-Cikamurang-Cijelag, karena tidak adanya pemukiman penduduk. Jalur sepanjang 20 kilometer ini di kiri-kanannya dipenuhi perkebunan karet. Di wilayah Tomo, Sumedang juga kebanyakan diisi pepohonan, pemukiman warganya hanya beberapa titik. “Jadi di sepanjang jalur tengah pemudik harus ekstra waspada, terutama malam hari pasti gelap gulita,” tuturnya.

Disarankan, pemudik menyiapkan kondisi fisik dan kendaraan yang prima. Pasalnya di sepanjang jalur tengah sangat sulit menemukan tempat istirahat malam hari, warung, atau bengkel.

Untungnya, kata Supriatna, kondisi jalan jalur tengah memadai. Tidak ditemukan lubang yang membahayakan. Kondisi jalan cenderung lurus dengan tanjakan yang tidak terlalu terjal. “Kalau lancar, pengemudi bisa memacu kendaraannya hingga kecepatan 80 kilometer per jam,” pungkasnya.

(Dadan Muhammad Ramdan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement