tragedi sukhoi

Sekolah Disegel, 300 Murid SDN Ciledug Barat Terlantar

Hasan Kurniawan - Okezone
Rabu, 7 September 2011 09:21 wib
Foto: Hasan Kurniawan (okezone)
Foto: Hasan Kurniawan (okezone)

TANGERANG - Sebanyak 300 siswa SDN Ciledug Barat, di Jalan H Rean, Benda Baru, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, terlantar.
 
Mereka tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di hari pertama masuk sekolah. Pasalnya, gedung dan ruang kelas yang biasa mereka gunakan untuk belajar dipagar dengan menggunakan kayu dan bambu.
 
Sekolah mereka disegel ahli waris tanah tersebut sejak Senin 5 September lalu karena selama 32 tahun menumpang di tanah milik warga dan tidak pernah membayar uang sewa dan imbalan apapun.
 
Dengan perasaan kecewa, para siswa itu tampak menunggu di depan sekolah. Sebagian siswa ada yang nekad masuk halaman sekolah. Mereka menyelinap melalui celah bambu dan kayu yang telah dipaku.
 
Para siswa juga terlihat kaget saat membaca gedung sekolah mereka sudah dipenuhi coretan cat warna merah yang mengatakan sekolah mereka disegel oleh ahli waris tanah.
 
Mereka tidak pernah menyangka, jika bangunan sekolah yang selama ini mereka gunakan untuk menuntut ilmu justru berdiri di atas lahan milik warga secara ilegal tanpa kepemilikan akta jual beli tanah.
 
"Saya tidak tahu. Saya ke sekolah ingin belajar," ujar salah seorang siswa terlihat syok, kepada okezone, Rabu (7/9/2011).
 
Kendati begitu, para siswa tetap tidak bisa belajar. Mereka hanya berkumpul di sekolah, saling bersalaman sesama siswa dan guru untuk Lebaran. Setelah itu, mereka pulang ke rumah masing-masing.
 
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Mathoda, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menyediakan tempat belajar sementara untuk para siswa.
 
"Kami berharap, ahli waris tanah dapat membiarkan para siswa tetap memakai kelas mereka untuk belajar," terangnya.
 
Sambil menunggu proses negosiasi dan kesepakatan antara Pemerintah Kota Tangsel dengan ahli waris, mengenai status tanah SDN Ciledug Barat yang rencananya baru akan dilakukan Kamis 8 September besok.
 
Diberitakan sebelumnya, bangunan gedung SDN Ciledug Barat, berdiri di atas tanah seluas 1.035 meter milik Entong bin Liman dengan ahli warisnya bernama Jaudin.
 
Tanah itu dibangun atas perjanjian tidak tertulis antara Pemerintah Daerah dengan Entong. Perjanjian itu berisi saat tanah dibangun sekolah, Entong akan mendapat imbalan berupa uang dan rumah mewah.
 
Namun setelah gedung sekolah berdiri dan kegiatan belajar mengajar beroperasi, sejak 32 tahun lalu, janji itu tidak pernah ditepati oleh Pemerintah. Saat ini, ahli waris tanah menagih janji Pemerintah dan menuntut agar tanah itu dibayar dengan harga Rp1 juta per meter.
 
Tetapi Pemerintah menolak dan balik mengklaim, tanah itu sebagai asset negara yang sudah diserahterimakan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang ke Pemerintah Kota Tangsel.
 
Hingga kini, belum ada titik terang mengenai status tanah itu. Sementara, ratusan siswa telah menjadi korban arogansi pemerintah yang ingkar janji.

(teb)

  • syahrul hidayat » 0 Tanggapan
    yang nyegel gila..,,,,hahahahaha
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ISMAIL MARJUKI » 0 Tanggapan
    SAYA TURUT PERIHATIN DENGAN KEJADIAN INI,KENAPA PPEMERINTAH (DINAS PENDIDIKAN KOTA TANGSEL),TIDAK PEDULI DENGAN KONDISI SEKOLAH YANG ADA MULAI DARI BANGUNAN SAMPAI TANAH SEHINGGA MERUGIKAN MASARAKAT BAIK PEMILIK TANAH MAUPUN ANAK YANG DITITPKAN DISEKOLAH TSB UNTUK BELAJAR,MALA YANG DIDAPATKAN DAN DISAKSIKAN MENGENAI TYENTANG KEDIKBENARAN YANG TERJADI.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.