Turki Jadi Kekuatan Baru di Timur Tengah

|

Foto : Bendera Turki (bodrumturkeytrave)

Turki Jadi Kekuatan Baru di Timur Tengah

ISTANBUL - Turki saat ini tampak sebagai kekuatan baru di Timur Tengah dan menjadi sekutu bagi negara-negara Islam. Turki mengambil kesempatan dari revolusi di dunia Arab untuk meningkatkan kekuatannya di Timur Tengah.

Sebagai satu-satunya negara Muslim yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), ideologi yang dimiliki Turki tampak kebarat-baratan.

Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, Turki tidak mau kalah dalam perseteruannya dengan Israel dan berdiri di samping Barat dalam merespons kasus nuklir Iran serta menunjukkan sikap kerasnya terhadap Suriah.

"Negara Arab tengah kehilangan kekuatannya, dan Turki mengisinya," ujar seorang profesor hubungan internasional di Prancis Bertrand Badie seperti dikutip Daily Star, Kamis (8/9/2011).

Perdana Menteri Erdogan juga akan mengunjungi negara-negara Arab lainnya, termasuk di antaranya Mesir, Libya dan Tunisia yang baru saja mengalami pergolakan politik. Ketiga negara tersebut menggantikan rezim yang berkuasa dengan sebuah demonstrasi.

Sementara itu dalam menyikapi Palestina, Turki tidak mengatakan Hamas sebagai kelompok teroris, Erdogan bahkan menggambarkan Hamas sebagai sekelompok pejuang yang hendak membebaskan diri dari penjajahan.

Meski belum diketahui apakah benar Erdogan akan mengunjungi Jalur Gaza, kunjungannya ke Gaza dinilai akan semakin membuat Israel menjadi murka karena untuk ke Gaza, Turki tentunya membutuhkan izin dari Israel yang saat ini tengah berseteru dengannya.

Banyak peneliti yang menyatakan, bila hubungan Turki memburuk dengan Israel, hal tersebut juga akan mengancam hubungan Turki dan Amerika Serikat (AS) yang merupakan mitra Israel.

Saat ini, Turki juga tengah mengerahkan kekuatan armada lautnya di perairan Laut Mediterania Timur dan memutuskan hubungan kerja sama militer dengan Israel.

"Turki akan menjadi kekuatan dunia, sebuah aktor yang kalian tidak akan sangka, namun untuk menjadi kekuatan dunia, Turki harus menjadi kekuatan regional. Saat ini Turki tengah berupaya untuk menjadi sebuah kekuatan regional, namun disaat kalian menjadi semakin kuat dan besar, kalian tentu tidak akan dapat menjaga persahabatan dengan seluruh kawan kalian," papar Badie.

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    AirAsia Batal Pindahkan Pusat Informasi Pencarian Pesawat