KOTAMOBAGU - Upaya relokasi pasar tradisional oleh Pemerintah Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, siang ini, berakhir ricuh. Massa yang mendukung langkah wali kota untuk merelokasi pasar berhadapan dengan para pedagang pasar yang menolak relokasi.
Ketua Komisi V DPR Yasti Soeprejo Mokoagow yang ikut dalam aksi penolakan tersebut dalam orasinya mengecam rencana relokasi.
Dalam orasinya, Yasti menuding Wali Kota Kotamobagu Jelantik Mokodompit melakukan pembohongan kepada pedagang. Dia juga menuduh wali kota tidak transparan dalam mengelola anggaran pemerintah kota.
Orasi politikus asal PAN tersebut rupanya memicu kemarahan pendukung wali kota. Mereka berusaha mendatangi kelompok penolak relokasi dan melampiaskan kemarahan kepada Yasti.
Beruntung, puluhan polisi dan Satpol PP Pemkot Kotamobagu dengan cepat memblokade area pengunjuk rasa yang menolak relokasi. Polisi juga terpaksa melarikan anggota DPR dari dapil Sulut ini dari lokasi aksi untuk menghindari kemarahan pendukung wali kota.
Evakuasi terhadap Yasti tidak meredam kemarahan pendukung wali kota. Mereka bahkan menuntut Yasti bertanggung jawab atas tuduhan terhadap wali kota Jelantik Mokodompit.
Pedagang Pasar Serasi, sejak Jumat (16/9/2011) pagi sudah memblokade pintu masuk untuk menghalau upaya relokasi.
Lokasi pasar tradisional Kotamobagu ini rencananya akan dibangun pasar modern. Relokasi itu ditolak oleh pedagang karena menganggap pemkot tidak berpihak terhadap pedagang kecil.
Akibat perlawanan tersebut, eksekusi lahan pasar tradisional urung dilakukan hari ini.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.