tragedi sukhoi

Din Syamsudin : Muhammadiyah Tidak Butuh Pemerintah

Minggu, 18 September 2011 12:57 wib
(Akrom Hazami/okezone)
(Akrom Hazami/okezone)

TEGAL - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin mengevaluasi bahwa Muhammadiyah tidak butuh pemerintah yang tidak mau mendengarkan aspirasi ormas. Pernyataan tersebut berkaitan dengan sikap pemerintah yang sebelumnya menyatakan tidak perlu lagi ada sidang isbat dalam penentuan hari raya Idul Fitri.
 
"Pemerintah menyatakan tidak perlu lagi ada isbat. Ini jelas kesalahan," kata Din dalam sambutannya pada Milad ke-97 Aisyiyah di Gedung Aisiyah Tegal, Minggu (18/9/2011) siang.

Sikap pemerintah itu dianggap menyalahi Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Bila pemerintah tetap ikut campur dalam persoalan ormas semacam ini, jelas akan menimbulkan konflik.

”Kalau sudah begini, ormas Muhammadiyah tidak butuh pemerintah. Bahkan, bila dalam setiap kegiatan ormas mengundang pemerintah pusat, dan tidak datang, itu tetap tidak jadi masalah bagi kami," tandasnya.
 
Pada Idul Fitri 1432 H tahun ini, pemerintah dan Muhammadiyah berbeda pendapat tentang penetapan 1 Syawal. Pemerintah memutuskan 1 Syawal jatuh pada tanggal 31 Agustus, sementara Muhammadiyah sehari lebih cepat pada 30 Agustus.
 
Perbedaan itu antara lain disebabkan oleh metode yang digunakan kedua belah pihak. Peneliti Lembaga Antariksa Nasional Thomas Djamaluddin menilai metode hisab dan rukyat yang digunakan Muhammadiyah sudah tak sesuai lagi digunakan untuk menetapkan awal Ramadan dan 1 Syawal.
 

(Akrom Hazami/Koran SI/abe)

  • Rumpidut » 0 Tanggapan
    Terserah apa yg mau kalian kritik dari kami,yg jelas itu adalah keyakinan kami. Sebaiknya koreksi diri sendiri dulu.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • xl » 0 Tanggapan
    Muhammadiyah dan Pemerintah kan sama-sama pakai hisab, cuma beda kriteria hisab nya saja, jadi untuk apa Muhammadiyah mencak-mencak, katanya sudah dewasa dan menghargai perbedaan, mana buktinya... dasar Muhammadiyah kekanak-kanakan, atau jangan-jangan berencana memberontak pada negara juga nih...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • tia » 0 Tanggapan
    pak u***d ini denger kabar "doyan duit". dia mau bantu orang kalo dia dapet duit katanya.... oportunis juga. herannya kok dia bisa jadi ketua muhamadiyah ya? kayak ngak ada yg lain aja...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kido » 0 Tanggapan
    din...din...malu maluin
    Beri Tanggapan Laporkan
  • abi » 0 Tanggapan
    din din kerjanya nyalahin pemerintah weh tokoh agama ko kya gtu kya yg paling bener aja.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.