Profesor Ini Digugat Lakukan Kejahatan Kemanusiaan

|

foto: fox

Profesor Ini Digugat Lakukan Kejahatan Kemanusiaan

HARDFORD - Profesor Yale University Ernesto Zedillo digugat di Connecticut dengan dugaan kejahatan kemanusiaan yakni pembunuhan 45 orang di sebuah desa di Meksiko ketika dirinya masih menjabat sebagai Presiden Meksiko.

Dalam gugatan yang ditujukan padanya, Zedillo diminta bertanggung jawab atas pembantaian oleh kelompok paramiliter di desa Acteal, Chiapas, Meksiko, dan mencoba menutupi pembunuhan tersebut.

Melalui email yang dikirim ke The Associated Press, Zedilo yang merupakan professor Studi Internasional di Yale mengatakan, dirinya akan menyewa pengacara untuk melawan yang dia anggap sebagai "Tuduhan Fitnah".

"Tuduhan-tuduhan seperti yang dilaporkan pers benar-benar tidak beralasan dan jelas palsu. Saya sebagai profesor pengajar Aturan Hukum, menghormati hak asasi manusia, pembangunan ekonomi dan sosial diwilayah termiskin di Meksiko merupakan pancapaian yang telah saya buat untuk negara saya," tulis Zedillo, yang dikutip Huffpost, Kamis (22/9/2011).

Tuntutan lain yang disesalkan Zedillo di antaranya adalah pelanggaran hukum internasional di bawah Konfrensi Jenewa serta Undang-Undang lainnya.

Sementara itu, pengacara dari mantan narapidana yang turut melakukan pembunuhan, Robert Kobert, yang kini menggugat Zedillo mengatakan, ke-15 kliennya tengah mencari keadilan. Pria yang mereka yakini membuat mereka dipenjara pantas menerima hukuman yang sama dengan mereka.

"Mereka ini semuanya miskin, petani, dan orang yang tidak berdaya dan butuh banyak keberanian dari mereka untuk maju dan mencari keadilan dalam sistem pengadilan Amerika Serikat (AS)," Kobert mengatakan.

Kobert menjelaskan, gugatan tersebut diajukan di Connecticut lantaran di kota itulah Zedillo sekarang tinggal.

"Gugatan dilindungi di bawah Alien Tort Claims Act Federal, yang memungkinkan orang mengugat pelanggar hukum internasional di AS, di bawah Undang-Undang Perlindungan Koran Penyiksaan yang memungkinkan kerusakan untuk penyiksaan dan pembunuhan ilegal luar negeri," paparnya.

(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    PK MA di Kasus TPI Bikin Kepastian Hukum Indonesia Pudar