Pertama di Indonesia, Bayi Berkepala 2 dengan 1 Tubuh

Ilustrasi operasi bayi kembar. (Foto: Koran SI)

Pertama di Indonesia, Bayi Berkepala 2 dengan 1 Tubuh
BANDUNG - Kasus bayi berkepala dua asal Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dalam istilah medis disebut kembar siam dicephalus yakni bayi yang memiliki satu tubuh tetapi berkepala dua. Kasus kembar ini diduga baru pertama kali di Indonesia.

Kasus kembar siam yang ada sebelumnya, dua bayi berdempetan di bagian tubuh, baik dada maupun perut, masing-masing memiliki organ vital. Dalam kasus di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, bayi hanya memiliki satu bubuh (dua tangan, dua kaki, satu organ vital) namun dua kepala yang masih aktif.

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjdjaran (Unpad) Wiryawan Permadi SpOG K yang didampingi Alamsyah SpOG K menyebutkan, berdasarkan data rekam kelahiran kembar siam yang dilaporkan di Indonesia, hingga kini ada 14 kasus kembar siam baik dempet kepala, dada, dan perut.

“Untuk kasus dicephalus, yaitu dua kepala satu tubuh, di Indonesia sebelumnya belum pernah ada. Itu dari 14 kasus kembar siam yang pernah dilaporkan,” kata Wiryawan.

Pada 1987, lanjut Wiryawan, Indonesia sudah mampu memisahkan kembar siam Kristian Yuliana Yuliani yang dempet di kepala. Keduanya bisa dipisahkan secara sempurna karena masing-masing tubuh memiliki organ sendiri-sendiri.

Sedangkan bayi kembar siam yang lahir melalui operasi caesar di RSUD Majalaya, terlahir dengan kondisi satu tubuh, satu kelamin, sepasang tangan, sepasang kaki, namun berkepala dua dalam kondisi aktif dua-duanya.

Kasus dicephalus, jelas dia, sulit ditangani karena tidak mungkin mengorbankan salah satunya. Berbeda dengan kasus bayi kembar siam yang dempet bukan di bagian organ vital dan masing-masing memiliki organ sendiri-sendiri.

Dia menuturkan, salah satu contoh kasus kembar siam dicephalus ditemukan di Amerika Serikat, yakni Abigail Loraine Hensel "Abby" dan Brittany Lee Hensel "Britty" yang lahir 7 Maret 1990 di Carver County, Minnesota, Amerika Serikat.

Keduanya tidak bisa dipisahkan karena hanya memiliki satu tubuh tetapi kepala dua. Hingga kini Abby dan Britty bisa bertahan sampai dewasa.

“Kasus di AS itu mungkin bisa menjadi contoh kasus untuk penanganan bayi kembar siam dicephalus di Indonesia. Tidak mungkin kan salah satunya dikorbankan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, ada dua faktor penyebab bayi kembar, yakni kekurangan nutrisi yang menyebabkan kelainan genetik dan pengaruh obat penyubur. Namun obat penyubur tidak menimbulkan kembar dempet tetapi hanya kembar biasa sampai dua atau tiga bayi.

“Nah faktor kelainan genetiklah yang menimbulkan kembar siam. Ini dipicu karena minimnya suplai nutrisi seperti asam folat saat proses sebelum hingga masa kehamilan terutama pada trimester pertama. Akibat kurangnya nutrisi membuat kualitas embrio serta proses pembelahan sel pada saat proses pembuahan tidak berjalan sempurna,” paparnya.

Sementara Alamsyah menambahkan, untuk menghindari bayi kembar siam, kaum ibu harus memerhatikan asupan nutrisi terutama yang mengandung asam folat. Asam folat sangat dibutuhkan ibu hamil. Kurangnya asam folat akan berakibat kecacatan pada bayi. “Asam folat ini ada pada sayuran, buah, dan suplemen seperti susu,” beber Alamsyah.

Sebelumnya diberitakan, bayi berkepala dua berjenis kelamin perempuan dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sejak Rabu 21 September lalu. Bayi Ini berasal Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat yang lahir dari pasangan A (30) dan T (30), warga Kampung Cilengkar RT 02/12, Desa Karyalaksana.

Pada 11 September 2011 lalu, seorang perempuan di Desa Tebingbulan, Kecamatan Sungaikeruh, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, melahirkan bayi yang memiliki dua kepala, tiga tangan, dan tiga kaki.

Bayi yang dilahirkan perempuan 17 tahun di RSUD Sekayu, Sumsel, itu berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan posisi dempet di dada.
(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Berlatih Jadi Perawat Sejak SMK