Mencuri Dua Batang Bambu Dituntut 3 Bulan Penjara

Selasa, 27 September 2011 05:04 wib | Joni Lembang - Koran SI

Mencuri Dua Batang Bambu Dituntut 3 Bulan Penjara Ilustrasi (Foto: Dok Okezone) MAKALE - Nasib malang dialami Silas Sesa, kakek berusia 65 tahun warga Dusun Buttang, Kelurahan Malimbong, Kecamatan Malimbong Balepe, Kabupaten Tana Toraja Propinsi Sulawesi Selatan.

Silasa Sesa harus duduk di kursi pesakitan sebagai  terdakwa kasus pencurian dua batang bambu dituntut hukuman tiga bulan penjara. Tuntutan tersebut dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Wahyudi Kareba dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan JPU di Pengadilan Negeri Makale. Sidang lanjutan itu dipimpin oleh ketua Majelis Hakim Yance Bombing didampingi dua hakim anggota masing-masing Donald Everly dan Rudi.

Jaksa Penuntut Umum, Wahyudi Kareba saat membacakan tuntutan menyatakan, sesuai dengan fakta-fakta dipersingan yang diperoleh dari saksi-saksi, petunjuk dan barang bukti dan keterangan terdakwa, terdakwa menyuruh seseorang menebang dua batang bambu dengan menggunakan parang di kebun milik Yohanis Karaeng.

Dua batang bambu yang sudah ditebang itu kemudian dipotong-potong lalu dibawa ke rumah terdakwa.  Atas perbuatannya, terdakwa didakwa melanggar pasal 362 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1.

JPU menyatakan hal-hal yang memberatkan terdakwa, perbuatan terdakwa sudah meresahkan masyarakat, terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan perbuatan terdakwa mengakibatkan pemilik pohon bambu yang ditebang terdakwa mengalami kerugian material. Sementara hal-hal yang meringankan terdakwa, selama persidangan terdakwa bersikap sopan dan terdakwa belum pernah dihukum.

““Terdakwa terbukti secara sah menyuruh seseorang mengambil milik orang lain Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama tiga bulan dikurangi dengan masa tahanan yang sudah dijalani,” ujar Wahyudi saat membacakan tuntutan di hadapan majelis hakim.

Penasehat hukum terdakwa, Timotius Pamaru menyatakan, pihaknya akan memberikan pembelaan terhadap terdakwa atas tuntutan JPU yang menuntut terdakwa tiga  bulan penjara.

“Kami meminta kepada majelis hakim untuk memberikan waktu satu minggu untuk memberikan pembelaan secara tertulis atas tuntutan JPU,” ujar Pamaru. Ketua Majelis Hakim, Yance Bombing mengabulkan permintaan penasehat hukum terdakwa dan menunda sidang sampai pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa.
 
“Sidang akan dilanjutkan 3 Oktober mendatang untuk member kesempatan kepada terdakwa dan penasehat hukumnya memberikan pembelaan secara tertulis,” katanya yang juga Ketua PN Makale.
 
Ditemui Usai sidang, Silas Sesa membantah dirinya sudah mencuri dua batang bambu milik orang lain.. Dua batang bambu itu ditebang berada di kebun miliknya untuk dipakai memperbaiki kandang ternak miliknya yang sudah rusak. Dia pun menyerahkan sepenuhnya perkara yang dialaminya kepada penasehat hukumnya.
 
“Saya tidak tahu sampai dituduh mencuri pohon bambu saya sendiri. Dua batang bambu itu milik saya dan ditanam dikebun milik saya dan bukan milik orang lain,” ujarnya.
 
Silas Sesa diseret ke meja hijau karena dituduh mencuri dua batang bambu atau seharga Rp30.000 di kebum miliknya sendiri pada tanggal 25 Juni 2010 lalu. Atas tuduhan itu, Silas Sesa sempat mendekam dipenjara selama 28 hari di rumah tahanan (Rutan) Makale atas permintaan JPU. Alasan JPU, Silas Sesa dikhawatirkan tidak kooperatif selama penyidikan berlangsung. Pada sidang perdana di PN Makale, ketua mejelis hakim memerintahkan agar terdakwa menjadi tahanan kota.
(Joni Lembang/Koran SI/ful)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »