BANDA ACEH - Polda Aceh meringkus komplotan bajak laut yang sering beraksi di Selat Malaka. Mereka merompak terhadap kapal-kapal asing dengan menyamar sebagai nelayan.
Selain menangkap empat tersangka, polisi juga menyita senjata laras pendek, dua granat nenas serta sebuah boat (perahu mesin) yang digunakan para perompak saat beraksi. Polisi juga berhasil membebaskan seorang sandera. "Mereka pemain lama," kata Kapolda Aceh Irjen Iskandar Hasan kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (26/9/2011).
Keempat tersangka ditangkap secara terpisah dari 18 September hingga 22 September lalu, masing-masing berinisial Mun, Maw, Has dan Is, semuanya warga Peurlak, Aceh Timur.
Menurut Iskandar, mereka terakhir membajak kapal GM Gallant berbendera Singapura saat kapal tersebut sedang melintas di Selat Malaka menuju Pulau Sabang, Aceh. Mereka merampas uang, perkakas dan surat-surat berharga dari kapal. "Tersangka menyandera seorang ahli mesin kapal bernama Yayan Jauhari," ujar Iskandar.
Modus digunakan dalam merompak menyamar sebagai nelayan dan berpura-pura kehabisan bahan bakar. Ketika diizinkan naik ke kapal dan susana bisa dikendali, mulailah mereka memeras dan mengancam akan meledakkan kapal dengan granat jika permintaan tak dikabulkan.
Menurut Iskandar aksi perompakan ini mulanya diketahui dari tersanderanya Yayan. Yayan disembunyikan para tersangka di sebuah rumah di Kabupaten Bener Meriah.
Saat itu tersangka meminta tebusan kepada pihak GM Gallant uang tebusan Rp700 juta untuk pembebasan Yayan.
Nego belum deal, Polisi menggerebek rumah tersebut pada 15 September lalu, namun tersangka berhasil kabur dengan membawa sandera.
Polisi baru berhasil menangkap seorang tersangka tiga hari kemudian bersma seorang sandera, dalam sebuah razia di kawasan Ulee Gle, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Yang ditangkap saat itu adalah Mun.
Dari hasil pengembangan, Polisi berhasil membekuk tiga tersangka lainnya di Aceh Utara dan Aceh Timur. Polisi juga mengamankan pemilik boat yang digunakan tersangka, sementara pemilik rumah tempat disembunyikan sandera yang berinisial Jal menyerahkan diri. Iskandar mengatakan pihaknya masih terus mengembangkan kasus ini.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.