SOLOK - Personel Densus 88 Antiteror Jumat lalu berhasil menangkap Beni Asri (26), buronan teroris bom Cirebon. Beni ditangkap di tengah jalan saat akan menjalankan salat Jumat di kawasan Jorong Kasiak, Nagari Koto Sani, Kecamatan Sepuluh Koto Dibawah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setelah ditetapkan menjadi buronan pada April lalu, Beni memutuskan pulang kampung ke Solok. Di sana dia menyambung hidup dengan cara berjualan sayur di Pasar Solok. Sebelumnya saat berdomisili di Cirebon, dia berprofesi sebagai penjual mainan anak-anak di Pasar Malam.
Wali Jorong Kasiak, Buyung Bagindo mengatakan, Beni juga dikenal sebagai ustaz yang berdakwah keliling. “Dia sering memberikan ceramah sebagai ustaz di masjid-masjid sekitar rumahnya,” ujarnya Minggu (2/10/2011).
Setelah ditangkap enam personel Densus 88, Beni kemudian dibawa ke Jakarta dan belum ada kabar lanjutannya. Nurul Zuraida, isteri Beni, mengaku belum mengetahui alasan penangkapan suaminya serta keberadaan suaminya saat ini.
Kapolres Solok Kota AKBP Luthfi Martadian saat di konfirmasi lewat telepon membenarkan kabar penangkapan Beni. Hingga saat ini polisi masih melakukan pengembangan. Besar kemungkinan isteri dan keluarga tersangka akan segera diperiksa.
Beni termasuk salah satu buronan dalam perkara bom bunuh diri di Masjid Ad Dzikra di Mapolresta Cirebon beberapa waktu lalu. Saat ditangkap Beni tengah mengendarai sepeda motor Jupiter Z berwarna hijau menuju mesjid untuk beribadah salat Jumat.
Menurut saksi mata, Beni ditangkap oleh enam orang yang mengaku dari Densus 88 dengan menggunakan satu unit mobil dan sepeda motor. Saat ditangkap Beni sempat melakukan perlawanan, namun langsung diringkus dan dibawa dengan mobil dalam keadaan tangan terikat.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.