Bandara Husein Sastranegara bidik cargo

|

ilustrasi

Bandara Husein Sastranegara bidik cargo

Sindonews.com - Bandara Husein Sastranegara mungkin masih kalah pamor dibandingkan dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) untuk masalah pengangkutan barang atau cargo.

Namun, peluang angkutan udara kargo di Bandara Udara Husein Sastranegara sangat besar. Letak Jakarta-Bandung yang tak begitu jauh bisa menjadi peluang besar, pasalnya jumlah cargo yang dimuat di Bandara Soetta saat ini sudah terbilang overload.

"Saat ini kan cargo semua ke Soetta. Sekarang Soetta mulai overload. Jadi jika tidak dapat tempat di Soetta, mereka akan lari ke kita," kata General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Udara Husein Sastranegara, Eko Diantoro, sebagaimana dikutip dari Okezone, Rabu (5/10/2011).

Namun, peralihan cargo dari Bandara Soetta ke Bandara Husein perlu waktu. Terlebih angkutan barang sudah lama dan terbiasa menggunakan jasa cargo yang ada di Bandara Soetta atau Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

"Jadi untuk beralih dalam jumlah besar masih lama, meski secara bertahap sekarang sudah mulai beralih ke sini," jelasnya.

Selain itu, saat ini Bandara Husein belum memiliki pesawat khusus kargo. Layanan kargo di Bandara Husein diadakan sesuai permintaan konsumen. Namun ke depan, setelah rencana pengembangan Bandara Husein digulirkan maka dimungkinkan adanya pesawat cargo. "Dari kapasitas yang ada saat ini di Bandara Husein sudah memungkinkan untuk pesawat cargo," katanya.

Saat ini pertumbuhan cargo di Bandara Husein sendiri mencapai 10 ton per hari. Eko memprediksi tiap tahunnya cargo di bandara Husein akan terus naik. "Pertumbuhan Cargo di Bandara Husein bagus terutama dua tahun belakangan ini," sebutnya.

Selain itu, Bandung merupakan salah satu sentra garmen dan sayuran yang diekspor ke luar negeri terutama ke Malaysia dan Singapura. Menurut Eko, hal ini juga sebagai potensi untuk berkembangnya jasa cargo di Bandara Husein.

Perluasan Bandara Udara Husein Sastranegara Bandung dipercaya bisa menggenjot perekonomian di Jawa Barat. Untuk itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar sangat mendukung pengembangan bandara yang berada di Jalan Padjadjaran Bandung.

Ketua Kadin Jawa Barat Agung S Sutisno berharap, dengan pengembangan bandara bisa meningkatkan layanan pesawat ekonomi khususnya kargo. "Terminal baru harus bisa layani berbagai aspek seperti kargo sebagai salah satu sarana perdagangan," kata Agung.

Menurut rencana, Bandara Udara Husein Sastranegara, akan diperluas hingga 300 persen atau tiga kali lebih besar dari luas yang ada saat ini.

General Manager PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Udara Husein Sastranegara Eko Diantoro menyebutkan, saat ini pihaknya tengah mengurus izin perluasan lahan bandara. Rencananya, tanah yang akan dipakai adalah milik TNI AU.

"Akhir tahun ini kita mulai kembangan terminal di lahan milik TNI AU dan Lanud AU yang dukung rencana kami. Tapi tetap perlu proses perizinan karena asetnya kan milik negara," ungkap Eko.

Saat ini, kapasitas bandara dalam waktu yang bersamaan mencapai 900 penumpang. Dengan pengembangan tersebut, nantinya Bandara Husein akan sanggup menampung 2.300 penumpang dalam waktu bersamaan.

Luas pengembangan bandara akan menjadi 6.109,75 meter persegi (saat ini 4.600 meter persegi) dengan luas bangunan dua lantai menjadi 13.000 meter persegi. Rencana pengembangan, menurut Eko, selain terminal juga runway.

"Makanya saya meminta dukungan semua pihak termasuk gubernur Jabar tentang rencana pengembangan terminal ini. Jika dimungkinkan kita perpanjang runway," ungkapnya.

Sedangkan biaya pembangunan diperkirakan akan menelan Rp200 miliar. Saat ini dana yang diajukan baru Rp30 miliar untuk pembangunan secara bertahap. "Rp30 miliar itu untuk pembangunan selama dua tahun. Dananya dari Angkasa Pura II," sebutnya.

Saat ini, pesawat paling besar yang bisa mendarat di Bandara Husein baru Airbus A320. Bandara ini melayani rute domestik dan internasional yang meliputi Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Dengan adanya rencana pengembangan bandara, saat ini PT AP II telah menerima pengajuan traffic baru dari dua maskapai, yakni dari PT Garuda Indonesia untuk Boeing 737 800 NJ dan Silk Air Singapura untuk Airbus 319. "Jika terminal rampung, kita kejar tampung penumpang dan pesawat lebih banyak hingga bisa melayani publik lebih baik lagi," pungkasnya.

(and)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Titin Tetap Mengingat Anaknya meski Hatinya Terluka