KARANGANYAR - Sebuah sumur milik warga Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tiba-tiba mengeluarkan air panas.
Wiyono, pemilik rumah, mengaku sumurnya mulai mengeluarkan air panas sejak sepekan terakhir. Awalnya, saat menimba air dia melihat asap keluar dari sumur.
“Saat tutup sumur saya buka, tiba-tiba asap mengepul dari dalam. Setelah saya coba sentuh, airnya terasa panas seperti air mendidih,” ujar Wiyono, Rabu (12/10/2011).
Fenomena ini menimbulkan tanda tanya, pasalnya kata Wiyono, di Kecamatan Tasikmadu tidak terdapat gunung berapi atau sumber panas bumi yang bisa membuat air warga ikut panas.
Temuan ini segera dilaporkan Wiyono ke Badan Lingkungan Hidup serta Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar. Petugas langsung memeriksa sumur dan mengambil sampel air.
Petugas Dinkes Karanganyar, Gunawan, menduga ada kandungan kimia yang membuat air menjadi panas. “Mungkin ada kandungan besi, mangan, dan juga cadmium di dalam air. Namun untuk pH (kadar asam) nya masih dalam batas normal, dan bisa dikonsumsi,” terang Gunawan.
Untuk mengetahui penyebab pasti, lanjut dia, dinkes akan melakukan penelitian lanjutan di laboratorium.
Saat diukur dengan termometer, suhu air mencapai 55 derajat celcius. Padahal suhu normal air biasanya hanya 27 sampai 28 derajat celcius.
Keluarga Wiyono hingga kini masih menggunakan air itu untuk mencuci dan mandi. Namun untuk minum, dia mengaku tidak menggunakan air sumur lagi.
“Saya takut terjadi apa-apa, untuk sementara kami tidak minum air sumur dulu.” kata Wiyono.
Informasi temuan air panas ini menggegerkan warga Desa Ngijo. Warga yang penasaran terus berdatangan untuk membuktikan sendiri dengan memegang air panas tersebut.
(Widi Nugroho/RCTI/ton)