CIREBON - Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri mengecam campur tangan asing dalam upaya penjatuhan rezim Moammar Khadafy di Libya yang berakhir pada penembakan hingga Khadafi terbunuh.
"Dijatuhkan boleh saja, tapi kalau orang asing sudah masuk saya tak cocok. Kenapa harus orang asing yang menentukan kamu harus begini atau begitu? Kenapa tidak dibiarkan rakyat Libya sendiri yang melaksanakan keinginannya sendiri?" ujar Megawati saat kunjungan kerja sebagai Ketua Umum PDI Perjuang di Pendopo Bupati Cirebon, di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (22/10/2011).
Ketua umum PDI Perjuangan ini juga sempat menceritakan pengalamannya saat bertemu langsung dengan Presiden nyentrik itu. Menurut Megawati, pemimpin Libya itu menegaskan sikapnya untuk melindungi kekayaaan sumber daya alam negerinya demi kepentingan rakyat.
"Saya pernah tanya sama dia kenapa negara anda tertutup? Dia menjawab kita kaya, kita punya minyak. Ya kita sendiri yang akan menentukan minyak itu untuk siapa. Ya buat rakyat Libya. Ya saya pikir benar juga dia," jelas Mega.
Terkait insiden di Libya, Mega berharap penjatuhan rezim tidak kembali terulang. Menurut dia, sudah cukup bagi Indonesia mengalami penjatuhan pemerintahan karena aksi-aksi tertentu.
"Yang mulus itu cuma di zaman saya, tanpa dijelekkan seseorang. Bapak saya, Soeharto, Gus Dur diturunkan begitu. Coba bayangkan 66 tahun kita merdeka. Kenapa tak mau punya kebanggan bahwa kita dapat menata diri kita, bahwa kalau punya kehendak dapat menyampaikannya dengan baik," tandas putri Proklamator RI itu.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.