Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Bocah Dipasung Terbakar

Dokter Ahli Jiwa Sesalkan Anak Hiperaktif Dipasung

Deny Irwansyah , Jurnalis-Selasa, 25 Oktober 2011 |20:02 WIB
Dokter Ahli Jiwa Sesalkan Anak Hiperaktif Dipasung
Ilham menjalani perawatan di rumah sakit. (Dok: Sindo TV)
A
A
A

MALANG - Kasus terbakarnya Ilham, bocah asal Kabupaten Malang serta pemasungan terhadap Adi Saputro (10) bocah asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, disesalkan dokter spesialis.

Ketidaktahuan cara menangani anak hiperaktif berdampak pada kesalahan dalam mengambil tindakan yang bisa berakibat fatal. Seperti dialami Ilham, sebagian tubuhnya hangus karena tidak bisa lari menyelematkan diri saat api melalap kamarnya.

Ayah Ilham, Suhaebi, mengikat kaki anaknya dengan rantai. Alasannya, Ilham kerap bermain di tempat yang membahayakan.

Penderitaan juga dialami Adi Saputro, bocah yang selama enam tahun dipasung. Ibunya bekerja sebagai TKI di Malaysia sementara ayahnya menderita stroke.

Merantai atau memasung seolah menjadi satu-satunya cara yang dilakukan para orangtua agar anak mereka yang hiperaktif tidak terancam bahaya atau membahayakan orang lain.

Iwan Sys, SpKJ, dokter asal Kota Malang, mengatakan kondisi seperti dialami Ilham dan Adi biasa disebut Atention Defisit Hiperactive Disolder atau gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif. Sayangnya, banyak orangtua yang menganggap anak-anak seperti itu aib dan patut disembunyikan.

Anak yang memiliki kasus seperti ini tidak dikonsultasikan dan ditangani dengan cara yang ekstrem seperti disekap dan dirantai.

Menurut Iwan, penyebab kondisi anak seperti itu adalah ketidakseimbangan hormon di otak. Penanganannya memang tidak mudah, namun bisa diobati.

“Dengan pengobatan dan terapi khusus dapat menyeimbangkan hormon otak, sehingga pasien kembali terkendali perilakunya. Sikapnya menjadi baik, kooperatif, bahkan bisa menjadi normal hingga berprestasi,” jelas Iwan, Selasa (25/10/2011).

Pengobatan dan penanganan khusus bagi penyandang gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif, lanjut dia, sudah umum dilakukan di beberapa rumah sakit. Obatnya pun sangat murah dan mudah didapat, termasuk obat-obat generik.

Faktor ekonomi sebenarnya bukan alasan lagi untuk membiarkan anak dalam pasungan. Apalagi pasien, kata dia, bisa ditangani dengan gratis cukup menunjukkan surat keterangan tidak mampu.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement