Saddam Hussein

|

Saddam Hussein (Foto: Reuters)

Saddam Hussein

JAKARTA - Saddam Hussein Abd al Majid al-Tikriti dinobatkan sebagai Presiden Irak ke lima dengan masa jabatan yang cukup lama yakni 1979 hingga 2003. Saddam menemui ajalnya saat dirinya berusia 69 tahun lewat sebuah hukum gantung.

Lahir di Kota Tikrit Irak, 1937. Nama "Saddam" yang berasal dari bahasa Arab, memiliki arti "Dia yang menantang." Saddam tak pernah mengenal ayahnya sendiri Hussein Abd al Majid karena sang ayah menghilang enam bulan sebelum Saddam lahir. Kakak Saddam pun meninggal pada usianya yang ke 13 karena kanker.

Kehidupan Saddam pun sejak kecil sudah tampak keras. Ibunya juga mengalami depresi akibat kehilangan dari beberapa anggota keluarganya. Saddam juga sering terlibat perkelahian antar kelompok dan mempersenjatai dirinya. Di usianya yang ke 19 tahun, Saddam sudah bergabung dalam komplotan yang hendak menumbangkan kekuasaan monarki Irak dan dirinya pun sempat melakukan percobaan pembunuhan dengan menembak Perdana Menteri Irak dengan senapan mesin.

Saddam bergabung dengan Partai Baath dan partai inilah yang menjadi kendaraan Saddam menguasai Irak. Saat itu Presiden Irak Abdul Rahman Arif dari Partai Baath digulingkan oleh Hasan Al Bakr yang merupakan ketua partai tersebut. Saddam pun diangkat sebagai Presiden menggantikan Abdul Rahman Arif.

Di era kepemimpinan Saddam, Saddam pun memerintah warganya dengan tangan besi. Dirinya membunuh pada oposisinya, dan juga para ulama yang menentang Saddam. Saddam juga membantai rakyat Kurdi yang ada di bagian utara dan warga Syiah di selatan Irak.

Mayoritas masyarakat Irak menganut paham Syiah, namun Saddam adalah sosok penganut Sunni. Oleh karena itulah warga Syiah kerap mengalami penindasan di era rezim Saddam Hussein.

Irak pun menjadi mitra bagi Amerika Serikat (AS). Dalam Perang Irak dan Iran yang terjadi pada 22 September 1980, AS pun tampak menyatakan dukungannya ke Irak.

Namun hubungan Irak dan AS kian memburuk di awal dekade 1990 ketika Irak hendak menginvasi Kuwait. Dalam sebuah pertemuan dengan perwakilan AS, Diplomat AS April Glaspie menyatakan komentarnya, dirinya tidak ingin berkomentar banyak mengenai perang negara-negara Arab. Saddam pun langsung mengartikan, tidak akan ada tindakan yang diambil oleh AS bila Irak menginvasi Kuwait.

Namun, AS justru mengambil tindakan saat Irak menyerang Kuwait, negara kecil yang kaya akan minyak. Perselisihan Irak dan Kuwait sudah berlangsung sejak lama, dan faktor invasi tersebut disebabkan oleh masalah ekonomi. Demikian seperti diberitakan BBC, Selasa (25/10/2011).

AS pun mengambil tindakan yakni mengembargo Irak dan Irak pun langsung mengalami krisis ekonomi yang cukup serius. Kelemahan perekonomian Irak pun akhirnya dimanfaatkan oleh rival-rival Saddam untuk memberontak. AS pun menuding Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal.

AS menginvasi Irak pada 2003 dan lewat dari serangan AS, Saddam Hussein pun tertangkap. Saddan tertangkap ketika dirinya bersembunyi di ruang bawah tanah. Saddam akhirnya didakwa atas pembantaian terhadap warganya dan divonis hukuman mati.

Mantan penguasa Irak ini pun dihukum gantung di Baghdad, irak setelah dirinya diadili. 

(faj)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Jokowi Harus Selamatkan 262 Buruh Migran dari Hukuman Mati