MAMUJU - Direktur Eksekutif Forum Kajian Kebijakan Publik Sulawesi Barat (FK2PS), Salman Diandra Anwar, gerah dengan besarnya anggaran untuk sidang paripurna istimewa DPRD Sulbar. Nominalnya mencapai angka sebesar Rp1,2 miliar yang sudah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2011.
Padahal agenda acara ini hanya pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar periode 2011-2016 yang kabarnya akan digelar pada 14 Desember 2011 mendatang. Anggaran untuk pelantikan itu belum termasuk dari pos anggaran eksekutif. Artinya jika anggaran itu disama ratakan, acara pelantikan ini minimal menelan biaya sebesar Rp2,6 miliar.
Salman mengutip pernyataan Ketua DPRD Sulbar, Hamsah Hapati Hasan, baru-baru ini yang menyebutkan anggaran itu hanya untuk membiayai seluruh kebutuhan pelaksanaan sidang paripurna istimewa. Anggaran pelantikan tersebut besar karena didesain di luar ruangan.
Sementara anggaran untuk eksekutif disiapkan untuk seremony seluruh rangkaian acara pelantikan. Kegiatan ini mengundang para tokoh nasional.
"Maka sangatlah disayangkan. Karena anggaran untuk Panwas Pilgub Sulbar kemarin yang sangat jelas diatur dalam undang-undang, eksekutif dan legislatif tidak bisa menyiapkan. Nanti setelah banyak pihak yg berteriak baru dikasih satu miliar rupiah. Dan nanti mereka kehabisan bensin lagi, baru ditambah empat miliar rupiah," ketus Salman melalui telepon.
Kucuran untuk Panwas itu dinilai terlambat. Sebab sudah banyak tugas dan tanggung jawabnya yang terlewati. Sementara acara yg sifatnya hanya seremonial, tandasnya, Dewan begitu sigap langsung menyiapkan anggaran. Bahkan dengan besaran yang sudah diketahui.
Salman menilai ini merupakan ketimpangan dalam kebijakan politik anggaran di Sulbar. Karena pada sisi yang tidak krusial dan prioritas, dapat dengan mudah di anggarkan. Tapi pada sisi yang dapat berdampak serius dan berimplikasi pada masyarakat banyak, justru sebaliknya. (nto)
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.