JAKARTA - Lippo Group melalui PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) membangun pusat perdagangan Kendari sebagai komitmennya dalam mengembangkan wilayah Indonesia bagian timur.
Pusat perdagangan yang rencananya akan berlokasi di Jalan MT Haryono ini sudah melakukan peletakan batu pertama pembangunan pusat perbelanjaan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara H Nur Alam dan Komisaris Lippo Karawaci Bapak Agum Gumelar.
"Pembangunan pusat perdagangan tersebut menyusul beberapa realisasi rencana ekspansi Lippo Group yang telah dilakukan sebelumnya di beberapa daerah di Indonesia bagian Timur, antara lain pembangunan rumah sakit, sekolah, mal, serta ritel Hypermart di Makassar, Manado, Kupang, dan Ambon," ungkap Head of Corporate Communications LPKR Danang Kemayan Jati, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Sabtu (29/10/2011).
Ditambahkannya, pusat perdagangan Kendari yang dibangun sesuai dengan gaya hidup modern kelas menengah hingga waktu beroperasi nantinya, secara langsung akan membantu percepatan roda perekonomian.
Hal ini akan terwujud dari penyerapan banyak tenaga kerja dari berbagai tingkatan pendidikan dan pendongkrakan pendapatan asli daerah melalui pajak yang nantinya akan mendorong perkembangan dan pertumbuhan bisnis ritel dan properti di Indonesia Timur.
Sekadar informasi, pusat perdagangan Kendari dibangun di atas lahan seluas 11.848 meter persegi dengan luas bangunan 37.372 meter persegi, menggunakan konsep leased mal yang terdiri dari empat lantai berisi 68 unit siap sewa, dan rencana akan dibuka sebelum Lebaran 2012.
Fasilitas lain sesuai dengan standar mal modern meliputi food court (pusat makanan) dan kapasitas parkir seluas 8.000 meter persegi dan mampu menampung 320 mobil.
Adapun anchor tenant yang akan bergabung adalah Matahari Department Store dan pusat perbelanjaan modern Hypermart. Sedangkan tenant lain yang juga dipastikan akan ikut bergabung adalah Cinema, Book Store, Game Zone, dan beberapa tenant besar lainnya.
"Lippo Group akan terus aktif memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan wilayah Indonesia bagian Timur melalui berbagai sektor kehidupan masyarakat, seperti di bidang kesehatan, pendidikan, riset dan teknologi, multimedia maupun properti dan mal," pungkasnya.
(ade)