Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Absensi Kehadiran Jadi 'Rahasia Negara' di DPRD Ternate

Rival Fahmi , Jurnalis-Jum'at, 28 Oktober 2011 |10:50 WIB
Absensi Kehadiran Jadi 'Rahasia Negara' di DPRD Ternate
Ilustrasi rahasia (foto: Ist)
A
A
A

TERNATE- Daftar absensi kehadiran seorang anggota legislatif di DPRD Ternate rupanya rahasia yang tidak bisa dipertunjukan pada publik.

Hal ini mengemuka saat sejumlah pengurus DPC Partai Hanura Kota Ternate melakukan dengar pendapat dengan Badan Kehormatan DPRD Ternate, di gedung DPRD Ternate, Kalumata Puncak, Ternate, Maluku Utara.

Daftar absensi sebagai bukti kehadiran seorang wakil rakyat di DPRD seperti menjadi barang sakral, bisa ibaratkan rahasia negara yang tidak bisa diakses publik. Hal inilah yang disesalkan pengurus DPC Hanura Ternate.

Datang dengan maksud meminta klarifikasi penyataan Yamin Muchlis, salah satu anggota BK di media massa seputar tindakan indisiplinier yang dilakukan anggota DPRD dari Partai Hanura.

“Saat kami tanyakan soal maksud dan tujuan pemberitaan yang setidaknya sedikit mencoreng nama partai tentang ada teguran soal ketidakhadiran rekan kami Erni Drakel, mereka (BK) menjawab bahwa itu pernyataan pribadi dari Yamin (Muchlis) bukan atas putusan BK,” kata ketua DPC Partai Hanura Ternate, Sang Sarifuddin di kantornya, Jumat (28/10/2011).

BK, tambah Sarifuddin, dalam pengakuan ketuanya justru tidak memiliki cukup bukti bahwa Erni melakukan tindakan indisiplinier alias tidak pernah berkantor selama berbulan-bulan.

“Nah saat kami minta ditunjukan absensi sebagai bukti pendukung, mereka katakana bahwa itu rahasia yang tidak bisa diperlihatkan pada pihak lain,” ujarnya.

Tak pelak apa yang menjadi jawaban dari BK itu dianggap tidak rasional. Sehingga DPC Hanura Ternate menganggap ada miss komunikasi di antara sesama anggota BK.

“Awalnya tujuan kami ingin meminta klarifikasi, tapi rupanya mereka sendiri saja tidak ada saling koordinasi mengenai hal itu. Tapi kok bisa bocor ke media (massa). Tentu saja ini sedikit merugikan nama partai,” tegasnya.

Erni Drakel, mantan ketua DPC Hanura yang juga anggota DPRD Ternate bersama ketua Fraksi Golkar Taufan Andili sempat diberitakan kena teguran BK terkait ketidakhadiran mereka dalam waktu yang cukup lama di gedung DPRD.

(Kemas Irawan Nurrachman)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement