tragedi sukhoi

Juru Suara Presiden, Sambangi Okezone

K. Yudha Wirakusuma - Okezone
Selasa, 1 November 2011 16:35 wib
Daniel Sparringa saat menerima plakat dari Pemred Okezone, M Budi Santosa (foto: Tommy/okezone)
Daniel Sparringa saat menerima plakat dari Pemred Okezone, M Budi Santosa (foto: Tommy/okezone)

JAKARTA – Ada yang berbeda dengan suasana di okezone, siang ini. Hal tersebut lantaran salah satu Staf Khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyambangi kantor Okezone.com.

Sekira pukul 11.30 WIB, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa datang ke gedung High End, Kebon Sirih.

"Ini ya kantor okezone, besar ya, saya kira hanya berisikan 15 orang saja," kelakar Daniel sambil melihat para awak pekerja okezone, di kantor okezone, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2011).

Kedatangan Sosiolog Unair Surabaya ini tentu bukan hanya sekadar mampir atau bicara basa basi. Dalam pertemuan di ruang pertemuan itu, Daniel banyak bercerita mulai dari kehidupan dia saat menata karir dari nol hingga dia kini bisa masuk ke dalam ring satu Istana.

Daniel pun menceritakan bagaimana dirinya dapat menjadi seorang staf Khusus Kepala Negara. Pembicaraan pun bertambah hangat dan disertai gelak tawa dari awak okezone.

"Saya lebih senang disebut juru suara Presiden, kalau juru bicara itu berbicara tentang apa saja yang menjadi kebijakan, sedangkan saya berbicara bila ditanya wartawan," kata Daniel mengawali pembicaraan.

Sebagai Staf Khusus Bidang Komunikasi Politik, Daniel lebih ingin menyebut dirinya sebagai juru dengar, juru pandang, dan juru suara Presiden.

Sosiolog Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini mengaku senang dapat bersilahturahmi dengan awak okezone. "Terima kasih banyak sudah mengundang, saya senang bisa berada di sini," imbuhnya.

Diakhir kunjungannya, Pemred okezone.com, M Budi Santosa mengajak staf pengajar Unair kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, 25 Juni 1959 untuk menelusuri barisan meja redaksi dan memperkenalkan kru okezone lainnya. Tak lupa, dalam pembicaraan tersebut, Daniel juga sedikit memberikan saran untuk perkembangan okezone ke depan.

"Saya kalau boleh berikan saran, beri kesempatan kepada remaja-remaja untuk dapat berekspresi,” saran Daniel.

Sebagian awak okezone yang tengah serius untuk mengerjakan berita kemudian berbincang dengan alumni The Flinder University, Australia itu. Dengan ramah ia bertanya soal bagaimana berita tersebut dapat dimasukkan ke dalam situs okezone.

"Oh begitu, jadi memang cepat ya," singkatnya dengan ramah. Di akhir pertemuan kita pun saling bertukar kartu nama. Sebagai orang yang mengerti soal estetika, Daniel pun mencoba membaca desain kartu nama okezone. "Lebih terlihat ceria dan berbeda," terang Daniel menggambarkan desain okezone.
(ahm)