TANGERANG - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror menggelar rekontruksi bom Bali I dan II, di Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Lengkap dengan komplotan pelakunya, Umar Patek.
Proses rekonstruksi dilakukan selama satu jam, dibagi menjadi lima adegan, di dua tempat terpisah. Saat proses rekontruksi dilakukan, Umar Patek tampak mengenakan baju tahanan tanpa borgol.
Proses rekonstruksi berjalan ketat, anggota Densus 88 berpakaian lengkap dengan senjata dan preman tampak mengawal Umar Patek.
Proses rekonstruksi pertama digelar di Jalan Madrasah RT 01/03, Pondok Benda, Pamulang. Yakni, di rumah kontrakan milik Yanti yang sempat dihuni Dulmatin, teroris yang tewas ditembak mati di Pamulang, pada 2009 lalu.
Setelah melakukan dua adegan secara tertutup, rombongan Densus 88 yang berjumlah 20 orang, menggiring Umar Patek ke Jalan Salak V, Rt 04/04, Pondok Benda, Pamulang.
Di tempat itu, Densus 88 menggelar tiga adegan di rumah kontrakan milik Karsana yang juga pernah dihuni Dulmatin.
Kapolsek Pamulang Kompol Zulkifli Muridu membenarkan adanmya rekonstruksi tersebut.
"Rekonstruksi dibagi menjadi lima adegan, di dua lokasi terpisah. Dalam rekontruksi itu, mereka membawa Umar Patek cs yang berjumlah lima orang," ujarnya, kepada okezone, Rabu (2/11/2011).
Ditambahkan dia, lima orang itu adalah, Umar Patek bersama istrinya, Sibgoh, Heri Kuncoro, dan Warsito. Mereka terlibat dalam bom Bali I dan II.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.