tragedi sukhoi

Anak SD Sebut Foke Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan Prihatin

Iman Herdiana - Okezone
Rabu, 2 November 2011 16:11 wib
Ahmad Heryawan
Ahmad Heryawan

BANDUNG- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengeluhkan warga Jawa Barat yang berada di perbatasan yang tidak tahu nama Gubernur Jabar saat ini.

Untuk itu, dalam peluncuran program bantuan sekolah di Gedung Sabuga ITB, Bandung, Jawa Barat, Heryawan mengingatkan nama lengkapnya kepada ratusan guru dan murid yang hadir.

"Ahmad Heryawan. Wajar kan warga Jabar harus tahu nama gubernurnya. Kan tidak salah Gubernur Jabar dikenal masyarakatnya," kata Heryawan, dalam sambutan peluncuran program bantuan sekolah tersebut, Selasa (2/11/2011).

Heryawan bercerita, ketika dia mengunjungi sebuah sekolah dasar di perbatasan Jabar, dia bertanya kepada salah satu siswa siapa nama jelas Gubernur Jabar. "Kata siswa tersebut, Gubernur Jabar adalah Fauzi Bowo," tuturnya.

Cerita itu membuat ratusan hadirin terkekeh, sebab Foke sapaan Fauzi Bowo adalah Gubernur Jakarta (DKI).

Saat dikonfirmasi mengapa dalam acara tersebut dia membahas nama dirinya sebagai Gubernur Jabar, seolah mewanti-wanti supaya para guru tidak melupakan dirinya, menurut Heryawan wajar saja.

"Nama Gubernur Jabar kan Aher, Ahmad Heryawan kan? Di perbatasan kan masa ditanya siapa Gubernur Jabar jawabnya malah Gubernur DKI," jelasnya.

Apakah di perbatasan nama Gubernur Jabar kurang dikenal?

"Kelihatannya di tempat-tempat itu saja," ujarnya.

Usai acara pemberian bantuan sekolah sebesar Rp857.260.000.000 untuk sekolah di kabupaten/kota di Jabar itu, ratusan guru dan pelajar pun mendapat beberapa jenis poster yang berisi foto dan nama jelas politisi PKS itu.

Di antaranya, ada poster Heryawan yang berpose mengacungkan satu tangannya. Seorang guru mengaku mendapat poster tersebut secara gratis. "Posternya gratis, jadi saya ngambil beberapa," kata seorang guru asal Sukabumi.
(ugo)

  • joko » 0 Tanggapan
    Sy sampai bingung mau kasih komentar baca berita ini. Sebuah fakta yg menarik pdhal mungkin beliau ini kepingin dikenal menjelang periode ke 2. Memang dampak reformasi menghasilkan pemimpin2 yg susah dikenal dan diingat. Era ORBA kyknya lbh gampang mengingat (bahkan hafal) nama2 gubernur seluruh Indonesia dan para menteri saat itu. Saat ini, pendekatan lewat seremonial dan pidato2 saja mungkin tdk cukup membuat rakyat mengenal, mengenang apalgi menyayangi pemimpin2nya khususnya di daerah2.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • taher » 0 Tanggapan
    mknya jgn smbong pak.jgn sok suci kayak partai bpk.mrasa pling berhak msk surga kayak partai PKS.pdhl sdh2 lah kami sbg rakyat tahu siapa klian sbnarnya.wajah alim hati s~~~n .ih amit2 trtipu aku sama PKS ini.pdhl dlu sgt mengidolakannya krn partai dakwah.tapi d dlmnya penuh dgn manusia mu.......ik
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.